Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Wartawan Prancis Minta Dievakuasi dari Suriah

Edith Bouvier meminta bantuan medis secepatnya untuk membawanya keluar dari Homs.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM DAMSYIK -Edith Bouvier meminta bantuan medis secepatnya untuk membawanya keluar dari Homs.

Edith Bouvier, seorang wartawan Prancis mengalami luka parah saat meliput pertempuran di Homs meminta untuk segera di evakuasi dari Suriah.

Dalam insiden pertempuran di pinggir kota Baba Amr itu wartawan lainnya Marie Colvind dan Remi Ochlik tewas terbunuh.

Permintaan evakuasi disampaikan Edith Bouvier yang dilansir BBC dalam sebuah video internet yang diunggah aktivis oposisi, dia mengatakan mengalami patah tulang paha dan butuh operasi segera.

Bouvier mengatakan dia membutuhkan gencatan senjata dan kendaraan medis untuk bisa membawanya ke perbatasan Libanon.

Dalam videonya, Bouvier memuji dokter yang merawatnya dan mengatakan mereka melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan, tetapi mereka tidak memiliki fasilitas operasi.

Fotografer William Daniels, yang juga seorang Prancis, tampil mendampingi Bouvier dalam video mengatakan meski terluka tetapi wartawan Prancis tersebut tidak kehilangan senyumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan William Daniels sendiri mengaku tidak terluka meski juga terjebak dalam pertempuran.

Daniels meminta otoritas Prancis menolong mereka secepatnya, karena kondisi ''yang sangat sulit''.

Tidak ada listrik dan bahan makanan yang cukup, katanya, seraya menambahkan bahwa mereka membutuhkan kendaraan medis secepatnya.

Presiden Prancis Nicola Sarkozy menggecam serangan terhadap wartawan Prancis tersebut.

"Mereka yang melakukan hal tersebut akan membayarnya,'' kata Sarkozi dikutip AFP.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas