Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hari Ini Timor Leste Mulai Pilpres Putaran Kedua

Timor Leste, Senin (16/4/2012) hari ini memulai pemilihan Presiden (Pilpres) putaran kedua

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Timor Leste, Senin (16/4/2012) hari ini memulai pemilihan Presiden (Pilpres) putaran kedua, dan diikuti oleh dua kandidat, yaitu Francisco Guterres atau Lu Olo, dan Jose Maria de Vasconcelos yang lebih dikenal dengan nama Taur Matan Ruak.

Para pemilih terlihat sudah mulai berdatangan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), sejak pukul 07.00. Diperkirakan sebanyak 620 ribu warga Timor Leste, akan memberikan suara mereka, di 850 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Timor Leste, seperti dilansir BBC, Senin.

Pemungutan suara akan berlangsung hingga pukul 15.00 waktu setempat, dan hasil sementara Pilpres harus diumumkan 48 jam setelah TPS ditutup, sesuai dengan UU yang berlaku di Timor Leste.

Dalam pilpres putaran pertama yang berlangsung relatif damai, kandidat Lu Olo menjadi kandidat yang meraih suara terbesar yaitu hampir mencapai 29% suara.

Lu Olo (57) dikenal sebagai panglima perang dan ketua Fretilin, ia pernah mengikuti pilpres di tahun 2007, namun dikalahkan oleh kandidat lainnya, yaitu Ramos Horta.

Sementara kandidat lainnya, Ruak, yang berarti ''mata tajam'' dalam bahasa Tetum, merupakan mantan komandan sayap militer Fretilin yang maju ke pilpres untuk pertama kalinya atas dukungan Perdana Menteri Xanana Gusmao. Ia meraih 26% suara pada putaran pertama.

Rekomendasi Untuk Anda

Ruak, menyatakan akan memperkenalkan wajib militer bila terpilih, ia pernah dituding PBB terlibat dalam penjualan senjata gelap pada tahun 2006 ketika Timor Leste berada di jurang perang sipil.

Pemenang pemilihan presiden ini, akan mengantikan pemenang Nobel Jose Ramos Horta memimpin negara miskin dan tidak stabil, di wilayah Asia Tenggara.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas