Otoritas AS Berhasil Gagalkan Teror Bom Pakaian Dalam
PIhak berwenag Amerika Serikat (AS), berhasil menggagalkan rencana teror bom Al Qaeda terbaru di wilayah Yaman.
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM , JAKARTA- Pihak berwenag Amerika Serikat (AS), berhasil menggagalkan rencana teror bom Al Qaeda terbaru di wilayah Yaman.
Bom itu rencananya akan dibawa masuk pesawat komersil, dengan cara disembunyikan di balik pakaian dalam pelakunya, lalu diledakkan.
Rencana teror itu, sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2009, namun teror bom pakaian dalam kali ini, menurut seorang pejabat AS, telah mengalami perbaikan dan modifikasi.
Sementara itu, menurut Biro Federal Intelejen, FBI, perangkat peledak tersebut tengah diteliti oleh sejumlah analisis forensik dan teknik.
Menurut otoritas AS, sejauh ini mengatakan belum ada target yang akan disasar oleh pelaku dengan menggunakan perangkat bom tersebut. Selain itu tim penyelidik juga tidak menemukan adanya tiket pesawat yang telah dipesan untuk kepentingan aksi peledakan saat rencana pengeboman ini terbongkar.
"Temuan ini merupakan hasil kerjasama dengan rekan-rekan kami badan intelijen di luar negeri, sebuah modifikasi alat peledak (IED) yang telah dirancang untuk melakukan serangan teror telah berhasil disita di luar negeri," bunyi pernytaan resmi FBI, seperti dikutip dari BBC, Selasa (8/5/2012).
"Alat ini serupa dengan yang pernah digunakan oleh kelompok al-Qaeda yang berada di semenanjung Arab saat akan berusaha melakukan aksi serangan dengan sasaran pesawat terbang dan untuk sejumlah aksi pembunuhan lainnya," lanjut mereka.
Rencana teror itu telah disampaikan kepada Presiden Barack Obama pada bulan April lalu.
Juru Bicara Gedung Putih, Caitlin Hayden mengatakan sejauh ini perangkat yang ditemukan oleh intelijen AS itu tidak menimbulkan ancaman kepada masyarakat.
Bom itu dinilai mirip seperti yang digunakan oleh pelaku bom bunuh diri Umar Farouk Abdulmutallab pada bulan Desember tahun 2009 lalu di Detroit, AS.
Saat itu Abdulmutallab mengunakan bom yang dijahit pada pakaian dalamnya. Namun, rencana peledakan bom itu gagal dan yang bersangkutan ditangkap untuk kemudian dijatuhi hukuman seumur hidup.
Bom yang digunakan oleh Abdulmutallab berhasil lolos dari pemeriksaan kemanan di Bandara Lagos, Nigeria dan Amsterdam, Belanda hingga dia bisa menaiki pesawat Northwest Airlines yang menuju Detroit, AS.
Menteri Pertahanan AS, mengatakan pengungkapan kasus rencana peledakan bom ini menunjukkan bahwa aksi serangan terhadap Amerika belum berhenti hingga saat ini.
"Kami akan melakukan semua hal yang perlu dilkukan untuk menjaga agara Amerika tetap aman," kata Panetta kepada wartawan hari Senin. (bbc)
Baca tanpa iklan