Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Peralatan Militer AS Pakai Komponen Palsu dari Cina

ekitar 1.800 kasus komponen palsu ditemukan di pesawat militer AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM WASHINGTON -Sekitar 1.800 kasus komponen palsu ditemukan di pesawat militer AS.

Sejumlah besar komponen elektronik palsu dari Cina digunakan dalam peralatan militer Amerika Serikat, demikian hasil temuan Komite Pertahanan Senat AS.

Dalam penyelidikan yang berlangsung setahun penuh tersebut, Komite Militer Senat AS yang dilansir AFP menemukan ada sekitar 1.800 kasus komponen palsu di pesawat militer AS.

Lebih dari 70% dari sekitar satu juta komponen palsu tersebut setelah ditelusuri ternyata berasal dari Cina.

Penggunaan komponen palsu ini dianggap membahayakan keselamatan dan keamanan nasional serta menyebabkan anggaran Pentagon meningkat.

Laporan komite ini menyebutkan bahwa tentara AS tergantung pada beragam ''komponen elektronik kecil yang sangat canggih'' yang terdapat di sistem penglihatan malam hari, radio dan perlengkapan GPS, dan kegagalan dari satu komponen bisa menyebabkan resiko bagi seorang tentara.

Sejumlah komponen palsu ini dilaporkan juga terdapat di helikopter SH-60B yang digunakan Angkatan Laut, pesawat kargo C-130J dan C-27J, dan di pesawat P-8A Poseidon.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain Cina, komponen palsu itu juga ditengarai datang dari Inggris dan Kanada.
'Menghindari pengawasan'

Dalam temuannya, Komite Militer Senat AS menyalahkan kelemahan dalam rantai persediaan AS dan menilai Cina gagal mengatasi pasar produk palsu.

Sejumlah anggota komite yang ingin datang ke Cina untuk penyelidikan komponen palsu ini disebut-sebut batal karena tidak mendapatkan visa kunjungan.

"Komponen elektronik palsu dijual bebas di pasar umum di Cina.''

''Daripada mengakui masalah dan bergerak agresif untuk menutup pemalsuan, pemerintah Cina justru mencoba untuk menghindari pemeriksaan,'' demikian isi laporan.

Laporan ini juga menyatakan bahwa penggunaan Program Pertukaran Data Industri Pemerintah (GIDEP) milik Dephan AS yang dirancang untuk mendeteksi komponen palsu, berjalan ''buruk'' karena barang palsu masih bisa menyusup.

Diantara tahun 2009 dan 2010, GIDEP hanya menerima 217 laporan terkait dugaan komponen palsu, mayoritas laporan diajukan oleh enam perusahaan. Hanya 13 laporan datang dari badan pemerintah.

Laporan Komite Militer Senat juga menyebutkan dalam sejumlah kasus, Departemen Pertahanan AS meminta penggantian biaya dari kontraktor karena kegagalan untuk mendeteksi komponen palsu dalam rantai penyediaan.

Tetapi laporan ini memuji Undang-Undang Tindakan Otorisasi Pertahanan Nasional yang ditandatangani Presiden Obama 31 Desember silam, yang ditujukan untuk menghentikan komponen palsu masuk ke AS dan akan memutus sumber komponen dari penyedia yang tidak dikenal.

Laporan yang berfokus pada Cina ini muncul disaat AS mulai melakukan ''perputaran'' strategi pertahanan ke kawasan Asia Pasifik.

Pentagon juga bersiap untuk menyerap pemangkasan sekitar US$450 miliar atau sekitar Rp4 ribu triliun lebih dalam satu dekade mendatang.

Tapi bisa menghadapi pemotongan lanjutan sebesar US$500 miliar saat pemangkasan anggaran pengeluaran mulai berlaku pada akhir 2012, setelah Kongres gagal mencapai rencana pengurangan defisit tahun lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas