Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

13 Orang Meninggal di dalam Mall

Kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Qatar, Doha, menewaskan sedikitnya 13 orang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM--Kebakaran  di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Qatar, Doha, menewaskan sedikitnya 13 orang.

Kementerian dalam negeri Qatar mengatakan, 13 orang korban meninggal dunia di mall bernama Villaggio itu. Kebanyakan adalah anak-anak yang berkewarganegaraan Spanyol, Selandia Baru, dan Perancis.

Penyebab kebakaran, yang sementara diduga berasal dari sebuah taman bermain, masih diselidiki.

Villaggio yang mulai beroperasi pada 2006 adalah pusat perbelanjaan populer di negara teluk tersebut. Mal itu memiliki sebuah bioskop, hotel, dan taman rekreasi bertema Venesia.

Kebakaran terjadi pukul 11.00 waktu setempat (15.00 WIB) Senin (28/5), kata Menteri Dalam Negeri Qatar Abdullah bin Nasser al-Thani.

Api diduga berasal dari taman bermain Gympanzee, dan petugas pemadam kebakaran menjebol atap untuk menyelamatkan anak-anak yang terperangkap di dalamnya ketika tangga ambruk.

Namun petugas datang terlambat, sehingga tujuh anak perempuan dan enam anak lelaki telah meninggal dunia bersama empat guru mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Diwartakan Tribunnews, empat orang anak yang meninggal dunia berkebangsaan Spanyol, kata seorang pejabat kementerian luar negeri di Madrid, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Di Paris, menteri yang bertugas mengurus warga negara Perancis di luar negeri, Yamina Benguigui, mengatakan seorang anak Perancis berusia tiga tahun tewas dalam kebakaran itu.

Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengkonfirmasi bahwa tiga anak yang meninggal dunia adalah warga Selandia Baru. Harian New Zealand Herald melaporkan mereka adalah kembar tiga.

Dua petugas pertahanan sipil yang bertugas sebagai pemadam kebakaran turut menjadi korban tewas kata kementerian dalam negeri Qatar.

Seorang korban yang berhasil menyelamatkan diri, Hazel Amanda, guru internasional dari Edinburgh di Skotlandia mengatakan pada BBC.

"Pertama kali kami mengetahui adanya kebakaran adalah saat kami melihat asap, ada alarm kebakaran berbunyi tapi alarmnya hampir tidak terdengar. Kami beruntung berada di dekat pintu keluar.

Baca juga:

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas