Suriah Usir 17 Duta Besar Termasuk AS dan Inggris
Pemerintah Suriah, mengambil kebijakan ekstrim untuk mengusir para Duta Besar sejumlah negara, yang mereka tuding sebagai kekuatan
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Suriah, mengambil kebijakan ekstrim untuk mengusir para Duta Besar sejumlah negara, yang mereka tuding sebagai kekuatan yang mengacaukan negara mereka.
Pemerintah Suriah, mengumumkan bahwa 17 diplomat dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Swiss, Perancis, Italia, Spanyol, Belgia, Bulgaria, Jerman dan Kanada telah mereka persona non grata-kan.
"Republik Suriah masih percaya pada pentingnya dialog berdasarkan prinsip menghormati kesetaraan dan saling menguntungkan," ujar Kementerian Luar Negeri Suriah, dalam pernyataan mereka, seperti dikutip dari BBC, Rabu (6/6/2012).
Kebijakan Suriah itu, dikeluarkan selang sepekan setelah 13 negara mengusir diplomat Suriah dari negara mereka, sebagai aksi protes terhadap pembantaian 100 warga sipil oleh pasukan keamanan Suriah, di wilayah Houla, Provinsi Homs, Suriah.
Sementara itu, PBB telah mengatakan pemerintah Suriah telah setuju untuk mengizinkan badan-badan bantuan untuk memasuki Suriah, di empat provinsi.
"Perjanjian ini telah disepakati di Damaskus dengan pemerintah," ujar John Ging, Direktur Operasi untuk Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB, di Jenewa.
Pemerintah Suriah, akan memberikan visa masuk bagi sembilan pekerja dari lembaga PBB, dan tujuh LSM internasional. PBB sendiri nantinya akan mendirikan markas di lapangan di provinsi Deraa, Deir al-Zour, Homs dan Idlib.
Klik Juga: