Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Presiden Afganistan Perintahkan Polisi Kejar Penembak Wanita

Karzai memerintahkan kepolisian Afganistan, agar segera menangkap dan menghukum pihak-pihak yang terlibat.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Afganistan Hamid Karzai geram dengan pengadilan jalanan, yang diduga dilakukan oleh milisi Taliban terhadap seorang wanita, di Desa Qimchok, Parwan.

Karzai memerintahkan kepolisian Afganistan, agar segera menangkap dan menghukum pihak-pihak yang terlibat.

"Kami akan turun dan menyelidikinya. Kami masih mencari dan mengejar orang-orang yang terlibat dalam tindakan brutal tersebut," ujar Karzai, seperti dilansir kantor Kepresidenan Afganistan, dan dikutip dari CNN, Selasa (10/7/2012).

Karzai menilai, mereka yang terlibat dalam aksi barbar merupakan pengecut dan tidak dapat dibenarkan, baik dari kacamata hukum agama Islam, maupun hukum negara.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar mereka di Afganistan, juga mengutuk peristiwa tersebut.

"Perlindungan hak-hak perempuan sangat penting di seluruh dunia, terutama di Afganistan, di mana hak-hak tersebut diabaikan, diserang, dan terkikis di bawah pemerintahan Taliban," kata Kedutaan Besar Amerika dalam sebuah pernyataan, Minggu (8/7/2012).

Sementara, pasukan NATO di Afganistan menyatakan siap mengulurkan tangan, untuk membantu otoritas Afganistan mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita yang diduga diperebutkan oleh dua komandan Taliban, ditembak mati di depan ratusan pasang mata.
Eksekusi mati wanita malang itu direkam dalam sebuah video, yang beredar luas melalui dunia maya baru-baru ini.

Menurut Gubernur Provinsi Parwan Abdul Basir Salangi, peristiwa itu terjadi di Desa Qimchok, di utara Ibu Kota Afganistan, Kabul. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas