Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Lakhdar Brahimi Dikabarkan Gantikan Kofi Annan

Lakhdar Brahimi (78), diplomat veteran Aljazair, dikabarkan ditunjuk menjadi utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lakhdar Brahimi (78), diplomat veteran Aljazair, dikabarkan ditunjuk menjadi utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah, menggantikan Kofi Annan yang menolak melanjutkan kontrak.

Sebagai seorang pejabat senior Liga Arab periode 1984-1991, Brahimi berhasil mengakhiri perang saudara di Lebanon, dan sempat menjabat Menteri Luar Negeri Aljazair dalam periode 1991-1993.

Brahimi dua kali diangkat sebagai utusan tertinggi PBB untuk Afganistan, pada periode 1996-1998 dan 2001-2004. Ia juga pernah diutus untuk Haiti dan Afrika Selatan.

Kabar terpilihnya Lakhdar telah menjadi pergunjingan di antara diplomat PBB dan Liga Arab, walau belum dipastikan kebenaran informasi tersebut.

Utusan PBB dan Ligara Arab untuk Suriah sebelumnnya, Kofi Annan, mengundurkan diri dari jabatannya, Kamis (2/9/2012), karena ketidakkompakan Dewan Keamanan PBB untuk menyelesaikan konflik berdarah di Suriah.

Alasan lain mengapa mantan Sekjen PBB melepaskan jabatan, adalah meningkatnya radikalisme di akar rumput Suriah.

Ia mengambil langkah itu, seiring berakhirnya masa kerja dengan PBB dan Liga Arab, per 31 Juli 2012.

Rekomendasi Untuk Anda

Berbicara di Jenewa, Annan mengatakan, tugas sebagai Utusan PBB dan Liga Arab untuk Suriah, bak sebuah Mission Impossible.

"Konflik ini menjadi ancaman yang luar biasa terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Kami telah berupaya menciptakan masa transisi di Suriah, namun tantangan militerisasi meningkat dan kurangnya persatuan di Dewan Keamanan menjadikan semuanya kontraproduktif," tuturnya.

"Pertumpahan darah terus terjadi, sebagian besar karena sikap keras kepala Pemerintah Suriah yang menolak melaksanakan enam rencana perdamaian. Juga, karena kampanye militer meningkat dari kelompok oposisi, yang semuanya diperparah oleh perpecahan dari masyarakat internasional. Semua ini terjadi ketika masyarakat Suriah sangat membutuhkan tindakan," paparnya.

Konflik Suriah sudah berlangsung hampir 17 bulan. Konflik berawal dari tindakan represif rezim Presiden Bahsar al Assad terhadap aksi unjuk rasa damai pada Maret 2011. Hal itu membuat pecahnya kemarahan rakyat Suriah, dan membuat mereka memberontak terhadap pemerintah yang berkuasa. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas