Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jusuf Kalla: 8000 Rumah untuk Pengungsi Rohingya

Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan pemerintah Myanmar sepakat untuk menyediakan 8.000 rumah bagi pengungsi Rohingya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla mengungkapkan Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan pemerintah Myanmar sepakat untuk menyediakan 8.000 rumah bagi pengungsi Rohingya. Pengungsi Rohingya juga akan direlokasi dan direhabilitasi ke tempat yang lebih layak.

"OKI dan Myanmar sepakat untuk merehabilitasi korban dan merelokasi ke tempat yg lebih baik. Delapan ribu rumah akan dibangun bagi pengungsi Rohingya," ujar Jusuf Kalla di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, setibanya dari Myanmar, Sabtu (11/8/2012).

Kalla bertolak ke Myanmar setelah menghadiri pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pertemuan OKI tersebut diambil keputusan untuk mencari jalan keluar penyelesaian masalah muslim Rohingya di Myamar. Penyelesaian masalah tersebut tidak hanya menyangkut penyelesain dalam tempo dekat saja, namun juga yang akan datang agar permasalahan serupa tidak terulang.

Di Myanmar, Jusuf Kalla sebagai perwakilan dari Indonesia didampingi oleh Wakil Sekertaris Jendral OKI, Hatta Abdul Manan dan wakil dari negara Islam lainnya.

Kalla menambahkan, sejumlah harapan OKI yang disampaikan kepada pemerintah Myanmar disambut baik. Awalnya, sempat muncul kekhawatiran pemerintah Myanmar akan bersikap tertutup terhadap kunjungan OKI. Misalnya, pemerintah Myanmar mengizinkan tim dari anggota OKI terlibat dalam proses rehabilitasi dan relokasi.

"Pemerintah Myanmar bersikap terbuka dan menyambut kami dengan baik. Selain itu, pemerintah Myanmar turut pula memenuhi semua usulan dari kami untuk membantu pengungsi Rohingya," tambahnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas