Muslim AS Cemas
muslim Amerika turut mengutuk kekerasan di Libya yang menewaskan Dubes AS dan tiga stafnya.
Editor:
Rachmat Hidayat
Baca juga Tribun Jakarta Digital
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Komunitas muslim Amerika turut mengutuk kekerasan di Libya yang menewaskan Dubes AS dan tiga stafnya.
Kendati begitu mereka mengkhawatirkan insiden itu akan menghidupkan kembali sentimen anti-Muslim di AS, seperti terjadi usai serangan teroris 11 September 2001 silam.
Ulama di Brandeis University dekat Boston, Imam Talal Eid memperkirakan, serangan di Libya akan memicu kebencian lebih besar terhadap muslim. Eid juga mengkritik warga muslim AS yang menurutnya tak berbuat cukup banyak untuk menentang terorisme.
"Muslim Amerika tak pernah memprakarsai demonstrasi besar untuk menentang terorisme dan orang orang yang seiman dengan mereka yang melakukan kejahatan kejahatan ini," tegas Eid.
"Para pemimpin muslim Amerika harus memprakarsai demonstrasi untuk menunjukkan bahwa muslim menanggapi isu terorisme dengan serius, jika tidak, orang orang akan menanyakan apa yang dilakukan muslim," tutur Eid.
Direktur di Kongres Islam Amerika (American Islamic Congress), Nasser Weddady, setuju bahwa aksi protes perlu dilakukan. "Kita sebagai komunitas, bisa melakukan apa yang dilakukan warga Libya, dan turun ke jalan dan melakukan protes," katanya.