Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

AS tarik lagi pasukan dari Afganistan

Pentagon menyatakan ribuan tentara tambahan AS yang dikirim Presiden Obama lebih dari tiga tahun lalu telah meninggalkan Afganistan.

Tribun X Baca tanpa iklan

Pasukan Afganistan akan menjaga keamanan dalam negeri sepenuhnya di tahun 2014.

Ribuan tentara tambahan AS yang dikirim Presiden Barack Obama lebih dari tiga tahun lalu telah meninggalkan Afganistan.

Demikian pernyataan resmi Pentagon yang menyebut jumlah tentara terakhir yang dikirim saat masa pemerintahan Obama yang ditarik pulang itu sebanyak 33.000 tentara.

Mereka sebelumnya ditugaskan untuk memukul Taliban dan mengalihkan prosesi keamanan dalam negeri ke pasukan pemerintah Afganistan.

Menteri Pertahanan Leon Panetta mengumumkan penarikan kali ini sebagai sebuah pencapaian penting yang telah dicapai.

Saat ini masih terdapat 68.000 tentara AS masih tinggal disaat serangan 'orang dalam' yang dilakukan oleh tentara dan polisi Afganistan meningkat.

Pasukan pimpinan koalisi Nato saat ini juga terus mengurangi operasi bersama di Afganistan akibat maraknya serangan terhadap pasukan asing.

'Hembusan terakhir'

Sepanjang tahun 2012, 51 anggota pasukan koalisi, Isaf, tewas dalam insiden yang juga disebut dengan istilah serangan ''hijau ke biru'' oleh anak nakal pasukan keamanan Afganistan, atau oleh orang yang memakai seragam mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Panetta menggambarkan serangan tersebut sebagai ''hembusan nafas terakhir'' Taliban tetapi pemimpin militer AS lainnya mempertanyakan dampaknya terhadap pasukan mereka.

Jenderal Martin Dempsey, Panglima Militer AS menyebut serangan itu sebagai sebuah ''ancaman serius'' bagi operasi di Afganistan, seraya menambahkan: ''Ada yang harus diubah''.

Dia bersikeras bahwa operasi telah sukses, termasuk memukul mundur Taliban dan merusak jaringan persekutuan al-Qaeda.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas