Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Kera besar Afrika kehilangan habitat

Kera besar, seperti gorila, simpanse dan bonobo kehilangan habitat untuk hidup, seperti disampaikan ilmuwan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Gorila

Kera besar Afrika termasuk Gorila kehilangan habitat sampai lebih dari 50%.

Kera besar, seperti gorila, simpanse dan bonobo kehilangan tempat untuk hidup, seperti disampaikan ilmuwan.

Dalam survei terbaru, habitat yang cocok dengan kera besar terus menurun seperti yang terjadi di Benua Afrika.

Gorilla beringei, yang merupakan primata terbesar, telah kehilangan separuh dari habitat mereka sejak tahun 1990an.

Sementara Gorilla gorilla diehli, simpanse dan kera bonobo juga mengalami kehilangan habitat mereka, menurut studi tersebut.

Rincian mengenai studi ini dimuat dalam jurnal Diversity and Distributions.

"Sjeumlah studi terhadap wilayah atau tingkat negara mengindiksaikan bahwa populasi kera Afrika berada dalam tekanan dan penurunan," kata Hjalmar Kuehl, dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Germany, yang terlibat dalam penelitian ini.

Tetapi, perspektif yang lebih luas sebelumnya tak ditemukan, jadi beragam organisasi dan ilmuwan bergabung untuk melakukan survei pertama dengan cakupan wilayah yang luas, yaitu benua habitat kera.

Rekomendasi Untuk Anda

"Banyak penulis telah menghabiskan beberapa tahun untuk mengumpulkan data yang digunakan dalam studi ini dalam kondisi yang sangat sulit dengan komitmen pribadi yang sangat kuat," kata Dr Kuehl kepada BBC Nature.

Berbagai ancaman

Para ilmuwan melakukan penelitian dalam dua tahap.

Pertama mereka menetapkan lebih dari 15.000 lokasi tempat tinggal berbagai spesies dan subspesies dari kera besar Afrika, yang telah dikonfirmasi hidup selama duapuluh tahun terakhir.

"Kami kemudian mengevaluasi kondisi lingkungan dari lokasi ini dan seluruh lokasi lain di wilayah tropis Afrika, dimana kemungkinan hidup kera besar. Taksiran ini juga termasuk untuk persentase tutupan hutan, populasi manusia atau juga kondisi iklim," kata Dr Kuehl.

Dari data itu para ahli dapat mengkalkulasi kondisi lingkungan yang dibutuhkan oleh kera besar untuk dapat hidup. Kemudian, menggunakan metode statistik, mereka memprediksi jumlah habitat yang bertahan di seluruh Afrika pada 1990an lalu 2000an.

Hasil ini dapat digunakan untuk bahan konservasi.

Gorila sangat terdampak. Sementara jenis Gorilla gorilla diehli kehilangan 59% habitat mereka selama dua dekade terakhir. Gorilla beringei kehilangan 52% habitat, dan jenis Gorilla gorilla kehilangan 31%.

Sejumlah spesies dan subspesies simpanse juga mengalami penurunan luas habitat, seperti Kera bonobo 29%.

Kera besar ini mengalami tekanan yang berbeda ditiap wilayah. Sebagai contoh di bagian barat Afrika, rusaknya habitat kera besar akibat penggundulan hutan dan perburuan.

Sementara di Afrika tengah, hutan masih terjaga, tetapi tidak lagi aman dihuni oleh kera besar karena meningkatnya perburuan.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas