Penurunan mata uang Iran capai rekor
Nilai mata uang Iran turun ke tingkat terendah terhadap dolar Amerika Serikat akibat sanksi yang diterapkan AS dan Uni Eropa meskipun pemerintah berusaha menghentikan penurunan mata uang.
Faktor utama penurunan mata uang Iran adalah pemberlakukan sanksi internasional.
Nilai mata uang Iran turun ke tingkat terendah terhadap dolar Amerika Serikat akibat sanksi yang diterapkan AS dan Uni Eropa meskipun pemerintah berusaha menghentikan penurunan mata uang.
Mata uang rial turun lebih dari tujuh persen dalam perdagangan sesi pagi. Nilai mata uang Iran diperdagangkan pada tingkat 32.500 terhadap dolar Amerika Serikat.
Penurunan dalam perdagangan hari ini (01/10) merupakan kelanjutan dari penurunan yang terjadi akhir-akhir ini. Nilai rial turun hingga 25% selama beberapa hari terakhir.
Nilai tukar itu jauh lebih rendah dibandingkan harga penutupan rial pada Minggu ketika rial diperdagangkan pada 26.000 per satu dolar Amerika.
Penurunan mata uang membuat berbagai perusahaan Iran mengalami hambatan.
"Ini adalah bencana," kata seorang manajer sebuah perusahaan impor seperti dikutip kantor berita AFP.
Kantor berita Fars melaporkan para pedagang valuta asing di Teheran menumpuk dolar. Adapun kantor berita resmi IRNA mengutip seorang juru bicara Asosiasi Pedagang Valas Nosrat Ezzati yang mengatakan bahwa nilai tukar rial "artifisial karena tidak ada perdagangan nyata di pasar."
Dampak sanksi
Pemerintah telah berusaha menjaga nilai tukar mata uang dengan meluncurkan pusat penukaran resmi tetapi langkah tersebut tidak berdampak positif.
Pusat penukaran diluncurkan untuk menyediakan dolar bagi para importir untuk membeli barang-barang kebutuhan pakok. Harga dolar di pusat penukaran itu sedikit lebih rendah dibading nilai tukar di pasar.