Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Abu Hamza ingin menghentikan ekstradisi dengan alasan kesehatan

Pengacara ulama radikal Abu Hamza di Inggris mencoba menghentikan ekstradisinya ke Amerika Serikat dengan pertimbangan kesehatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Abu Hamza

Hamza dicari oleh pemerintah Amerika karena rencana mendirikan kamp teroris.

Pengacara ulama radikal Abu Hamza di London mencoba menghentikan ekstradisi ke Amerika Serikat dengan pertimbangan kesehatan.

Alun Jones QC mengatakan bahwa dokter meyakini bahwa kliennya memerlukan pemindaian setelah kesehatannya memburuk, yang menurut pengacara itu mungkin disebabkan penahanannya di dalam lingkungan yang keras.

Banding di Pengadilan Tinggi di London ini dianggap sebagai upaya terakhir untuk menggagalkan ekstradisi Hamza ke Amerika Serikat.

Mantan imam di Masjid Finsbury Park di London itu menghadapi tuduhan merencanakan pendirian kamp pelatihan teroris serta membantu penculikan di Yaman.

Abu Hamza merupakan satu dari enam tersangka yang ditahan di Inggris yang juga diburu oleh pemerintah Amerika Serikat.

Esktradisi yang tertunda

Departemen Dalam Negeri Inggris mengatakan ingin mendeportasikan dia secepat mungkin setelah pekan lalu Pengadilan HAM Eropa menolak banding Hamza dan empat tersangka teroris lain.

Untuk mencegah ekstradisinya maka Abu Hamza, bersama Babar Ahmad, Syed Talha Ahsan, Adel Abdul Bary, dan Khaled al-Fawwaz, harus memperlihatkan alasan yang baru dan meyakinkan bahwa mereka tidak bisa diterbangkan ke Amerika Serikat.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah Amerika Serikat selama beberapa tahun belakangan meminta agar para tersangka segera diserahkan kepada mereka namun proses itu terus tertunda karena mereka sebelumnya mengangkat isu hak asasi manusia.

Abu Hamza ditangkap atas permintaan pemerintah Amerika Serikat pada Mei 2004 namun Inggris ingin mengekstradisinya karena kotbah-kotbahnya memicu kebencian.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas