Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Undangan perkawinan di Afghanistan dihantam bom

Kepolisian Afghanistan mengatakan sedikitnya 18 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas dalam ledakan bom di distrik Dawlatabad, Provinsi Balkh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Pasukan NATO

NATO menerjunkan pasukan tambahan ke Provinsi Balakh untuk menangani operasi Taliban.

Kepolisian Afghanistan mengatakan sedikitnya 18 orang -sebagian besar perempuan dan anak-anak- tewas dalam ledakan bom di distrik Dawlatabad, Provinsi Balkh.

Polisi mengatakan rombongan yang terdiri dari pria, perempuan, dan anak-anak itu hendak menghadiri acara perkawinan tetapi bus mini yang mereka tumpangi dihantam oleh bom pinggir jalan pada Jumat pagi waktu setempat (19/10).

"Semua korban adalah warga sipil dan sebagian besar perempuan dan anak-anak," kata juru bicara kepolisian Provinsi Balkh, Shir Jan Durrani, seperti dikutip kantor berita AFP.

Menurut polisi, sejauh ini belum jelas apakah bus mini tersebut memang menjadi sasaran serangan yang terjadi di bagian utara tersebut.

Sedikitnya 15 orang mengalami luka-luka dan jumlah korban meninggal diperkirakan akan bertambah.

Biasanya relatif aman

Korban luka sekarang dirawat di Rumah Sakit Mazar-e-Sharif.

"Sebagian besar dari korban ledakan berada dalam kondisi kritis. Beberapa korban mengalami luka ringan, tetapi beberapa lainnya mengalami luka parah dan memerlukan perawatan jangka panjang," kata Dawwod Rustaie, salah satu ahli bedah yang menangani korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Wartawan BBC di Kabul Andrew North melaporkan puing-puing reruntuhan dan potongan mayat berserakan di jalan-jalan.

Wilayah bagian selatan, jelas Andrew North, secara umum relatif aman dibandingkan daerah-daerah lain di Afghanistan selama 10 tahun terakhir sejak invasi pimpinan Amerika Serikat.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas