Ahmadinejad ditolak kunjungi Penjara Evin
Kunjungan untuk menengok sekutu politiknya itu ditolak hakim dengan alasan 'bukan merupakan prioritas Iran' saat ini dan dipandang menunjukkan makin turunnya pamor politik Ahmedinejad.
Pamor Ahmedinejad makin redup oleh tekanan kelompok pemuka agama Iran.
Niat Presiden Irah Mahmoud Ahmadinejad untuk menjenguk tahanan yang juga merupakan sekutu politiknya di penjara Evin terpaksa batal karena izin permintaan kunjungan itu ditolak hakim.
Penjara yang terkenal dengan sayap untuk para tahanan politik ini terletak di utara ibukota, Tehran dan sejak awal bulan menjadi lokasi menahan Ali Akbar Javanfekr, kepala kantor berita Iran, IRNA.
Javanfekr ditahan bulan September lalu dan kemudian dihukum selama enam bulan setelah tersandung tudingan menyiarkan materi yang menghina prinsip ajaran Islam dan moral publik.
Hubungan Javenfekr maupun Ahmedinejad dengan kelompok hakim garis keras dan kelompok ultra konservatif Iran sudah lama renggang karena keduanya dianggap sebagai pejabat yang merendahkan prinsip-prinsip agama.
Presiden Ahmadinejad telah mengajukan permohonan membesuk tahanan di penjara itu sejak awal bulan ini, dan dalam penolakannya Jaksa Gholam Hossein Mohseni Ejeie mengatakan kunjungan ini 'bukan prioritas' rakyat Iran saat ini.
"Saat kita menghadapi situasi yang tidak biasa sekarang ini dimana prioritas negeri ini adalah ekonomi dan taraf hidup rakyat, semua pejabat harus fokus pada upaya memecahkan persoalan utama... mengunjungi penjara tidak selayaknya (dilakukan)," tambah Ejeie seperti ditulis kantor berita ISNA.
"Sudah lebih dari tujuh tahun masa kepresidenannya, dan belum pernah ada permintaan semacam ini," kata Ejeje.
Penolakan terus terang ini dipandang seabagai sebagian dari indikasi makin lunturnya pengaruh Ahmedinejad di panggung politik Iran.