Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Amerika bersihkan dampak Topan Sandy

Kawasan pantai timur laut Amerika Serikat melakukan operasi skala besar untuk membersihkan sampah setelah diterjang topan terdahsyat selama tahun-tahun terakhir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Toko rusak

Topan Sandy menimbulkan kerusakan besar di kawasan pantai timur.

Kawasan pantai timur Amerika Serikat melakukan operasi skala besar pada Selasa (30/1) untuk membersihkan sampah setelah diterjang topan paling dahsyat selama tahun-tahun terakhir.

Jutaan warga di pantai timur bangun pagi di tengah kerusakan akibat Topan Sandy yang merusakkan jaringan listrik, melumpuhkan jaringan transportasi dan merendam sebagian kawasan termasuk kawasan keuangan Manhattan di New York.

Namun operasi pembersihan dan perbaikan segera dilakukan begitu kondisi memungkinkan.

"Kita senang melihat para petugas dari perusahaan listrik PEPCO terjun ke lapangan pagi ini, dan kita juga beruntung semua orang di sini selamat dan petugas siap siaga di sini," kata Edmund Frost, seorang warga di ibukota Amerika Serikat, Washington D.C.

Frost menuturkan rumah sejumlah tetangganya mengalami padam listrik dan tertimpa pohon tumbang.

Kantor berita Amerika AP melaporkan sedikitnya 33 orang tewas. Walikota New York Michael Bloomberg mengatakan 10 di antara korban tewas terjadi di kota tersebut.

Tidak pernah terjadi sebelumnya

Bloomberg mengatakan jalan-jalan dan jembatan-jembatan mulai dibuka, tetapi diperlukan waktu beberapa hari untuk menormalkan jaringan listrik dan transportasi umum.

Rekomendasi Untuk Anda

Terowongan jalur kereta bawah tanah masih tergenangi air banjir.

Kepala urusan transportasi New York mengatakan sistem layanan bus dan kereta tidak pernah mengalami dampak bencana sebesar ini.

Sementara itu Gubernur New Jersey Chris Christie mengatakan skala kerusakan di negara bagiannya tidak pernah terjadi sebelumnya.

Dia mengatakan topan, yang tercatat berkekuatan 145 kilometer per jam, membuat rumah-rumah roboh.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas