Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Dr Shakil Afridi mogok makan di penjara

Dokter warga negara Pakistan yang membantu CIA dalam menemukan Osama bin Laden dilaporkan melakukan aksi mogok makan di penjara.

Tribun X Baca tanpa iklan
Dr Shakil Afridi

Penahanan Dr Shakil Afridi dianggap sebagai hukuman karena membantu CIA.

Dokter Pakistan yang membantu CIA dalam menemukan Osama bin Laden dilaporkan melakukan aksi mogok makan.

Dr Shakil Afridi dijatuhi hukuman 30 tahun penjara dengan berbagai dakwaan, antara lain mempunyai hubungan dengan kelompok militan terlarang.

Dia ditahan di sel pengasingan di penjara Peshawar dan melakukan aksi mogok makan untuk memprotes kondisi tempat penahanannya.

Seorang petugas penjara mengatakan Dr Shakil Afridi ditahan di ruang isolasi dan dilarang menerima pengunjung maupun melakukan percakapan telepon.

Dia dikatakan diperlakukan buruk setelah memberikan wawancara pada bulan September.

"Sebagai protes Dr Shakil memulai aksi mogok makan untuk waktu tidak diketahui," tutur petugas penjara yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters.

Dalam wawancara pada bulan September itu, Dr Shakil Afridi mengatakan kepada Fox News bahwa pejabat badan intelijen Pakistan, ISI, yang menginterogasinya mengatakan ia membantu musuh terberat Pakistan.

'Hukuman' membantu AS

Rekomendasi Untuk Anda

Penyelidikan atas wawancara itu menemukan Afridi menyogok petugas penjara agar bisa menggunakan telepon genggam untuk berbicara dengan beberapa wartawan, keluarga dan temannya.

Seluruhnya tercatat 58 percakapan telepon yang dilakukan Dr Shakil dan enam petugas penjara sudah dipecat akibat insiden itu.

Sejumlah pihak menganggap penahanan Dr Shakil ini sebagai hukuman karena membantu operasi pasukan khusus Amerika Serikat yang menewaskan Osama bin Laden, awal Mei 2011.

Keluarga dan penasehat hukumnya menegaskan bahwa dia sama sekali tidak bersalah.

"Dia tidak diizinkan untuk bertemu kami, saudaranya, dan anggota keluarga lain. Dia adalah manusia dan jelas frustasi sehingga melakukan aksi mogok makan," tutur penasehat hukumnya, Samiullah Afridi kepada Reuters.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas