Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Gara-gara YouTube penjual ikan jadi bintang

Penjual ikan di pasar tradisional di London, yang meroket namanya setelah lagu yang ia buat diunggah ke YouTube, melebarkan sayap ke Prancis dan Amerika.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Muhammad  Shahid Nazir

Nazir disambut seperti pahlawan ketika tiba di bandara Lahore, Pakistan.

Penjual ikan di pasar tradisional di London timur, yang meroket namanya setelah lagu yang ia buat diunggah ke YouTube, melebarkan sayap ke Prancis dan Amerika Serikat.

Muhammad Shahid Nazir menyanyikan lagu One Pound Fish (Ikan Seharga Satu Pound) untuk menarik pembeli di kios ikan yang ia jaga di Queen's Market, Upton Park, London.

Seseorang memfilmkan Nazir menyanyikan lagu tersebut dan mengunggahnya ke YouTube.

Hingga akhir Desember, video ini dilihat tidak kurang dari 6,5 juta kali dan Nazir dikontrak perusahaan rekaman Warner.

Lagunya sekarang bersaing untuk menyodok ke papan atas tangga lagu pop di Inggris.

Nazir mengaku tidak memerlukan waktu lama untuk membuat lagu One Pound Fish.

"Ini seperti hadiah dari Tuhan untuk saya. Tiba-tiba saja ada di kepala dan saya langsung menyanyikannya," kata Nazir kepada kantor berita AFP.

Diminta bos

Rekomendasi Untuk Anda

Pria asal Pakistan ini mengungkapkan lagunya berawal dari permintaan bosnya agar ia menarik sebanyak mungkin pembeli ke kedai ikan yang ia jaga.

"Di hari pertama saya menyanyikannya pelan-pelan. Tapi kemudian makin lama makin keras," kata Nazir.

Nazir saat ini berada di Pakistan untuk mengajukan visa ke kedutaan Prancis.

Saat tiba di bandar udara Lahore, ratusan orang -termasuk beberapa politisi setempat- datang dan menyambutnya seperti pahlawan.

Nazir telah menyanyikan versi rekaman One Pound Fish yang videonya digarap ala Bollywood. Video ini telah dilihat delapan juta kali di YouTube.

Di tangga lagu pop Inggris lagu Nazir berada di posisi 29 pada akhir Desember namun dia menegaskan tidak akan melupakan 'akar'.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas