Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Perkosaan Geng India Berjuang untuk Tetap Hidup

berhasil melewati masa kritis, dan berjuang keras untuk tetap bertahan hidup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Korban perkosaan geng-India yang memicu gelombang aksi demonstrasi besar-besaran di India pada awal bulan ini, berhasil melewati masa kritis, dan berjuang keras untuk tetap bertahan hidup.

Mahasiswa berusia 23 tahun itu dirawat di RS Mount Elizabeth, Singapura, setelah diterbangkan dari kota New Delhi, India, dalam kondisi kritis. Sebelum diperkosa, kobran dipukuli menggunakan besi. Kemudian diperkosa selama hampir satu jam oleh beberapa pria mabuk di dalam sebuah bus di New Delhi dan kemudian dilempar keluar dari dalam bus.

Akibatnya, ia didiagnosa mengalami cedera otak yang signifikan. "Ia berjuang melawan segala rintangan, dan berjuang untuk hidupnya," kata Chief Executive Officer RS Mount Elizabeth, Kelvin Loh, seperti dikutip Tribunnews.com, dari Asiaone.com, Jumat (28/12/2012).

"Diagnosa tim medis kami, saat ia baru tiba kemarin menunjukkan bahwa selain ia mengalami serangan jantung, ia juga mengalami infeksi paru-paru dan perut, serta cedera otak yang signifikan," lanjutnya.

Sebelum diterbangkan ke Singapura, korban yang namanya dirahasiakan tersebut, bebernya telah menjalani tiga operasi di bagian perutnya.

Pemerkosaan itu berlangsung pada 16 Desember 2012 dan mengakibatkan munculnya sejumlah protes di New Delhi dan juga sejumlah negara-negara bagian di India. Mereka meminta agar pelaku dihukum mati.

Sebelumnya, sesuai hukum di India, pelaku hanya mendapatkan hukuman seumur hidup. Keenam tersangka pemerkosaan kini ditahan pihak kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda

New Delhi memiliki jumlah kasus kejahatan seksual tertinggi di antara kota-kota besar lainnya di India, dimana kasus perkosaan rata-rata terjadi setiap 18 jam. Data dari Pemerintah India, menunjukkan jumlah korban perkosaan yang melaporkan apa yang menimpanya, meningkat 17 persen antara tahun 2007 hingga 2011. (asiaone.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas