Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Astaga, Polisi Minta Bawahannya Telanjang di Sebuah Tempat Karaoke

Ini namanya pagar makan tanaman. Seorang polisi senior yang seharusnya menjaga, mengemong bawahannya

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Widiyabuana Slay

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM -  Ini namanya pagar makan tanaman. Seorang polisi senior yang seharusnya menjaga, mengemong bawahannya, malah melakukan pelecehan seksual kepada bawahannya, polisi wanita yang masih 20 tahun.

Kejadiannya sebenarnya sudah lama, Maret tahun lalu di Yamato, Kanagawa perfektur oleh polisi senior berpangkat Bucho (Kepala Divisi) Kepolisian Kanagawa.Yoshikazu Arakawa yang berada di bagian anti kejaharan sindikat organisasi kejahatan (yakuza).

Pekan lalu, Arakawa setelah menjalani hukuman skorsing kerja dari kesatuannya, akhirnya Jaksa melakukan penangguhan tuntutannya, Jumat (8/2/2013) lalu, karena dianggap masih dalam pengusutan dipelajari lebih lanjut. Demikian dikutip Tribunnew.com dari media setempat, Senin (11/2/2013).

Kepala Divisi tersebut bersama tiga rekannya memanggil seorang polisi wanita berusia 20 tahun tanggal 11 Maret tahun lalu ke sebuah karaoke di kota Yamato, Kanagawa. Lalu polwan itu diminta telanjang dan seorang polisi senior dari bagian lalulintas, Yoshinobu Mori (35), bahkan menciuminya.

Polisi lain bernama Aso (34) juga di hukum dengan pemotongan gaji 10 persen. Polisi keempat, Miyamae (33) juga hadir di tempat kejadian di Karaoke tersebut.

Selain hukuman skorsing, pemotongan gaji, permintaan dan tekanan agar mengundurkan diri juga dilakukan banyak pihak, terutama masyarakat setempat karena perbuatan yang sangat memalukan polisi senior tersebut. Demikian ungkap koran-koran setempat seperti Mainichi dan Tokyo Shimbun.

Rekomendasi Untuk Anda

Eiichi Kuga, kepala kepolisian setempat merencanakan tahun 2023 melakukan peningkatan jumlah polwan 10 persen dibandingkan sekarang, "Kami berharap hal ini tidak terjadi lagi," paparnya.


INTERNASIONAL TERBARU

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas