Bashar Terima Inisiatif AS-Rusia Damaikan Suriah
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menyambut baik inisiatif Amerika Serikat dan Rusia untuk mendamaikan perang sipil yang berkecamuk di Suriah.
Editor:
Sanusi
TRIBUNNEWS.COM, BUENOS AIRES - Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menyambut baik inisiatif Amerika Serikat dan Rusia untuk mendamaikan perang sipil yang berkecamuk di Suriah. Walau demikian, Bashar menolak untuk mengundurkan diri dari jabatannya, seperti yang diinginkan oleh Pemerintah AS.
"Mengundurkan diri berarti saya melarikan diri," ujarnya dalam wawancara dengan surat kabar Argentina, seperti dilansir Tribunnews.com dari Channelnewsasia.com, Minggu (19/5/2013).
Menurut Bashar, tidak ada satu pihakpun yang dapat memaksanya untuk mundur, kecuali atas keinginan rakyat Suriah. "Suriah berbicara atas nama mereka. Tentang siapa yang harus pergi dan siapa yang harus tinggal itu akan ditentukan oleh rakyat Suriah dalam pemilihan presiden 2014," katanya.
Walau demikian Bashar mengaku pesimistis, bahwa negara-negara Barat menginginkan solusi damai di Suriah. "Dan kami tidak yakin bahwa kekuatan yang mendukung teroris menginginkan solusi terhadap krisis," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama Bashar membantah bahwa rezimnya telah menggunakan senjata kimia terhadap penduduk sipil.
"Tuduhan terhadap Suriah mengenai penggunaan senjata kimia atau pengunduran diri saya berubah setiap hari. Dan ada kemungkinan bahwa ini digunakan sebagai awal untuk perang terhadap negara kita," katanya.