Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
BBC

Printer 3D NASA untuk produksi makanan

Badan ruang angkasa Amerika Serikat, NASA, merencanakan untuk mendanai pengembangan printer 3D untuk memproduksi makanan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Astronot

Seorang astronot di stasiun ruang angkasa internasional, ISS.

Badan ruang angkasa Amerika Serikat, NASA, merencanakan untuk mendanai pengembangan printer 3D untuk memproduksi makanan.

Dengan dukungan NASA, perusahaan yang dipilih, Systems and Materials Research Corp, Texas, akan merancang, membuat dan menguji printer makanan yang dapat digunakan di ruang angkasa.

Printer ini akan diisi dengan makanan bergizi dalam bentuk bubuk dan lapisan seperti halnya dalam proses produk plastik yang dicetak printer 3 Dimensi.

Produk makanan yang dihasilkan termasuk berbagai rasa.

Nutrisi dalam bentuk bubuk dapat disimpan lama dan karena itu sangat cocok untuk misi ruang angkasa.

Proyek memproduksi makanan lewat printer 3D ini masih dalam tahap awal.

Tanpa limbah

Dalam usulan yang diajukan ke NASA, perusahaan itu mengatakan, "Sistem printer 3D dapat memproduksi makanan panas dan cepat dengan nutrisi dan rasa yang dapat dilengkapi sendiri."

Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan itu mengatakan teknologi ini juga dapat menyelesaikan masalah lain termasuk ketahanan pangan untuk penduduk dunia yang terus meningkat.

"Sistem pangan dengan printer 3D ini juga dapat membantu mengurangi logistik militer, limbah dan meningkatkan efisiensi khususnya dalam perang," tulis Systems and Materials Research Corp.

"Keuntungan terbesar teknologi makanan dengan printer 3D ini adalah tanpa limbah dan karena itu sangat cocok dalam misi jarak jauh ruang angkasa."

Direktur penelitian perusahaan itu, David Irvin, mengatakan pada tahap awal ini pihaknya akan bekerja sama dengan NASA dan para astronot.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas