Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Mahasiswa Prancis alami mati otak

Seorang mahasiswa Prancis yang disebut sebagai aktivis kiri dinyatakan mengalami mati otak setelah diserang oleh kelompok ekstrem kanan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Sekolah di Prancis

Kekerasan di pusat perbelanjaan yang menimpa Meric menggemparkan dunia pendidikan Paris.

Seorang mahasiswa Prancis yang disebut sebagai aktivis kiri dinyatakan mengalami mati otak setelah diserang oleh kelompok ekstrem kanan.

Mahasiswa bernama Clement Meric, 19, tengah belajar di salah satu perguruan tinggi paling bergengsi di Prancis, Sciences Po.

Serangan terjadi di dekat stasiun Saint-Lazare, Paris, pada Rabu malam (05/06) ketika Clement Meric bersama teman-temannya.

Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls mengatakan dua kelompok pemuda terlibat tawuran. Meric menjadi sasaran serangan dan dipukuli berkali-kali oleh anggota kelompok ultrakanan.

Protes

"Tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok kecil neo-Nazi yang bermusuhan dengan bangsa," kata Valls.

Partai Kiri dalam pernyataan hari Kamis (06/06) mengatakan Clement Meric yang merupakan salah seorang aktivisnya telah dinyatakan mati otak.

Menurut pihak berwenang, para pelaku sejauh ini belum berhasil dilacak tetapi penyelidik memusatkan perhatian pada kelompok kanan jauh yang dikenal dengan nama Pemuda Revolusioner Nasionalis.

Rekomendasi Untuk Anda

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas