Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Osama Pernah Ditilang Polisi Pakistan

Saat itulah polisi menghentikan mobil yang dikendarai Osama karena melaju terlalu cepat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, ISLAMABAD — Sebuah laporan terbaru mengungkapkan, pendiri Al Qaeda, Osama bin Laden, ternyata pernah ditangkap polisi Pakistan karena mengebut, sembilan tahun sebelum persembunyiannya di Abottabad, Pakistan, terlacak Amerika Serikat.

Saat itu, Osama—yang dituding AS menjadi dalang serangan 11 September 2001—sedang pulang ke kediaman mereka setelah mengunjungi sebuah pasar di Swat, Pakistan.

Saat itulah polisi menghentikan mobil yang dikendarai Osama karena melaju terlalu cepat.

Namun, salah satu pengawal Osama "dengan cepat menyelesaikan masalah" dan mobil itu langsung melanjutkan perjalanannya.

Fakta baru ini terungkap dalam sebuah laporan Pemerintah Pakistan yang menggelar investigasi untuk menjawab pertanyaan mengenai cara Osama bisa hidup dengan tenang tanpa terdeteksi begitu lama di Pakistan.

Hasil investigasi itu mengungkapkan bahwa "keteledoran dan inkompetensi ditemukan di hampir semua level pemerintahan". Laporan itu juga menuding politisi, militer, dan intelijen ikut menunjang kelalaian aparat pemerintahan ini.

Laporan yang diperoleh Al Jazeera itu menjelaskan, sebenarnya rumah bertembok tinggi dengan kawat berduri di atasnya bukan merupakan pemandangan normal di kota Abottabad.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan demikian, laporan itu melukiskan, bahwa inkompetensi aparat pemerintah dan keamanan Pakistan berada dalam level yang mengherankan jika tak ingin disebut tidak masuk akal.

Osama diketahui bersembunyi di Abottabad selama enam tahun, menghindari kejaran pasukan Amerika Serikat sembari terus mengendalikan pertempuran di Afganistan.

Ternyata, selama tinggal di Abottabad, Osama selalu mengenakan topi koboi saat berjalan-jalan untuk menghindari dirinya dikenali.

Laporan setebal 336 halaman yang disusun berdasarkan keterangan lebih dari 200 orang saksi mata itu juga menegaskan bahwa AS tidak memberitahukan rencana penggerebekan kediaman Osama di Abottabad kepada Pemerintah Pakistan.

AS sengaja merahasiakan rapat-rapat rencana itu karena khawatir seseorang akan memberitahukan rencana itu kepada Osama, meski laporan itu menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti bahwa aparat Pakistan membantu Osama bersembunyi. (Sky News)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas