Bantuan Dunia Mengguyur Filipina Usai Bencana Topan Haiyan
Tak cuma AS, PBB, dan Inggris, banyak negara di dunia menjadwalkan pengiriman bantuan untuk korban Topan Haiyan di Filipina
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Amerika Serikat (AS), Australia, dan PBB, segera merespon bencana yang baru saja melanda Filipina lewat pengiriman sejumlah bantuan. Kementerian Pertahanan AS, mengirimkan personil militer dan peralatan berat untuk membantu upaya pencarian dan pertolongan para korban.
"AS sudah memberikan bantuan kemanusiaan yang signifikan, dan kami siap untuk membantu Pemerintah (Filipina) dan dalam upaya pemulihan," ujar Presiden AS, Barack Obama dalam sebuah pernyataan dikutip dari Channelnewsasia.com, Senin (11/11/2013).
Seorang juru bicara marinir AS, Kolonel John Peck mengatakan sebanyak 90 marinir dan pelaut, dan dua pesawat KC-130J Hercules telah bertolak dari Jepang menuju Filipina, dengan membawa peralatan, termasuk pesawat yang dapat beroperasi tanpa landasan pacu.
Adapun Pemerintah Australia berjanji mengucurkan 10 juta Dollar Ausralia untuk membantu Filipina.Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop mengatakan tragedi yang terjadi di Filipina tidak terperikan, dan telah meluluhlantahkan negeri itu.
Jumlah ini mencakup 4 juta Australia Dollar yang disalurkan melalui PBB dan 3 juta Australia Dollar yang diberikan oleh organisasi non-pemerintah Australia. Bantuan tersebut mencakup terpal, tikar tidur, kelambu, wadah air, dan alat kesehatan dan kebersihan. Sebuah tim medis Australia akan terbang ke Filipina menggunakan pesawat angkut militer C17 dari Darwin.
Sementara badan PBB, UNICEF mengirimkan 60 ton bantuan, termasuk obat-obatan. Diperkirakan bantuan itu akan sampai di Filipina di hari Selasa. Setelah itu, sedianya juga akan menyusul pengiriman alat pemurni air dan peralatan sanitasi.
Sementara Komisi Eropa mengatakan akan memberikan tiga juta Euro untuk membantu Pemerintah Filipina. Selain itu, Pemerintah Inggris menawarkan paket bantuan darurat senilai 9,6 juta US Dollar.
Pemerintah Jerman mengirimkan bantuan seberat 23 ton, dan Pemerintah Taiwan menjanjikan bantuan langsung tunai sebesar 200 ribu US Dollar, dan pemerintah Singapura menyumbang 40 ribu US Dollar. Channelnewsasia.com
Baca tanpa iklan