Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Paus Fransiskus: Kalungkan Batu ke Leher Koruptor, Lalu Ceburkan ke Laut

Apa hukuman yang layak untuk para koruptor ini? Paus lalu mengutip salah satu bagian dari Injil Lukas

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM – Dalam khotbahnya awal pekan ini, Paus Fransiskus menyoroti umat Katolik yang melakukan korupsi. Paus asal Argentina itu mengatakan umat Katolik yang mendonasikan uangnya untuk gereja, namun di saat bersamaan mencuri uang negara, tetap dianggap berdosa dan harus dihukum.

Apa hukuman yang layak untuk para koruptor ini? Paus lalu mengutip salah satu bagian dari Injil Lukas di Perjanjian Baru.

"Yesus berkata lebih baik jika batu dikalungkan ke leher mereka lalu lemparkan  ke lautan," kata Paus Fransiskus.

Injil Lukas 17 ayat 2 berbunyi, "Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini."

Tanpa menyebut langsung korupsi yang menggerogoti Gereja Katolik, Paus, dalam kotbahnya itu, menggambarkan jika dilihat penampilannya, maka para koruptor itu terlihat sangat baik. Namun di dalamnya penuh kebusukan.

Khotbah ini diberikan Paus di tempat tinggalnya di Gedung Domus Santa Marta, sebuah Wisma Vatikan. Tempat ini dia tinggali sejak terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik pada Maret lalu.

Kendatipun telah memegang takhta suci Vatikan, Paus Fransiskus menolak menempati apartemen mewah khusus bagi Paus di lantai teratas Istana Apostolik Vatikan. Sejak ditinggalkan paus terdahulu, Benediktus XVI yang pensiun, kediaman khusus kepala negara Vatikan ini langsung direnovasi agar nyaman ditinggali Fransiskus.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun pria berusia 76 tahun itu memilih tinggal di apartemen dua kamar sederhana di gedung Domus Santa Marta. Gedung Domus Santa Marta berisi 150 flat, separuhnya dihuni pegawai Vatikan.

Sebelumnya, Paus juga mengkritik para orangtua yang mendapatkan penghasilan dari hasil korupsi. Paus menyebut mereka sudah kehilangan harga diri.

"Orangtua yang mendapatkan penghasilan dari korupsi, sudah kehilangan harga diri dan memberi "roti kotor" untuk anak-anak mereka," ujar Paus.

Paus bahkan menyamakan suap dan korupsi seperti obat-obatan terlarang yang membuat orang kecanduan melakukannya. Sejak terpilih, Paus Fransiskus sudah bertekad mereformasi diri, termasuk memberantas korupsi di Vatikan.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas