Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Penerjemah Bahasa Isyarat Upacara Penghormatan Mandela Ngawur

Kepolisian Afsel, mengaku tidak tahu menahu, mengapa pria berambut plontos itu bisa masuk ke dalam arena perhelatan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Penerjemah Bahasa Isyarat Upacara Penghormatan Mandela Ngawur
Skynews.com
Thamsanqa Jantjie 

TRIBUNNEWS.COM, JOHANNESBURG - Acara penghormatan mantan Presiden Afrika Selatan (Afsel), dinodai oleh aksi penterjemah bahasa isyarat, yang ternyata 'ngawur' memberikan sandi-sandi untuk orang yang mengalami keterbatasan pendengaran itu.

Kepolisian Afsel, mengaku tidak tahu menahu, mengapa pria berambut plontos itu bisa masuk ke dalam arena perhelatan dan berdiri di samping podium, tempat dimana beberapa pemimpin negara memberikan penghormatannya kepada Mandela.

Siapa sebenarnya pria yang nekat tampil ngaco di acara yang dihadiri oleh 90 kepala negara-negara di dunia itu? Dikutip dari Skynews.com, Kamis (12/12/2013), pria itu bernama, Thamsanqa Jantjie.

Dalam wawancara dengan surat kabar lokal Afsel, pria berusia 34 tahun itu mengaku menderita schizophrenia sejak lama. Disaat berdiri di samping podium, ia mengaku mendengar suara-suara gaib dan mengalami halusinasi.

Oleh karena itu kemampuannya untuk mendengar dan mengartikan dalam bahasa isyarat dari kata-kata yang disampaikan dari atas podium hilang dalam seketika.

Diapun meminta maaf atas apa yang ia perbuat dalam acara itu. "Tidak ada yang bisa saya lakukan, saya sendirian dalam situasi yang sangat berbahaya," ujarnya.

"Saya mencoba untuk mengendalikan diri dan tidak menunjukkan kepada dunia apa yang sedang terjadi. Saya sangat menyesal," lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hidup ini tidak adil. Penyakit ini tidak adil. Siapa pun yang tidak memahami penyakit ini akan berpikir bahwa saya hanya mengada-ada."

Seperti diberitakan sebelumnya, orang-orang yang menyaksikan pidato Presiden Amerika Serikat (AS), Barac Obama di misa mengenang Nelson Mandela di Soweto, Afrika Selatan, mengaku ragu dan tak memahami terjemahan bahasa isyarat yang disiarkan untuk menyertai sambutan Obama.Para pemirsa tunarungu yang menyaksikan tayangan ini mengatakan bahasa isyarat yang dipakai bukan standar dan tidak bisa dimengerti sama sekali.

Keluhan tentang sulitnya memahami bahasa isyarat tersebut disampaikan banyak kalangan melalui media sosial Twitter. (skynews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas