Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pujian SBY di Jepang: Welcome Back, Japan

Dengan bangkitnya kembali perekonomian Jepang di bawah Abenomics nya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Widiyabuana Slay

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo, dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Dengan bangkitnya kembali perekonomian Jepang di bawah Abenomics nya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik upaya Jepang tersebut.

"Welcome back, Japan," kata SBY  dalam bahasa Inggris mengakhiri pidatonya di Kinsei Kinen Kaikan, Jumat (13/12/2013) pagi, sekitar pukul 10.45 waktu Tokyo dan disambut tepuk tangan meriah dari sekitar 500 orang yang hadir bahkan bangkit berdiri sambil tepuk tangan.

Presiden menekankan lima hal besar dalam ceramahnya selama 40 menit itu. Selain sambutan "Welcome back" tadi yang cukup membangunkan yang hadir, sebagian para pengusaha Jepang, juga ada empat poin lain.

Pertama mengenai saling menghargai satu sama lain sehingga dapat menjaga kestabilan keamanan dan perdamaian di dunia.

Hal kedua mengenai ekuilibrium yang dinamis di antara negara- negara di Asia di tengah dinamisme kerjasama yang ada di kalangan terutama negara- negara di Asia.

Kemudian poin ketiga mengenai mekanisme dan harmonisasi kawasan laut China Selatan agar dapat dijaga dengan baik oleh semua pihak sesuai hukum internasional yang ada dan berlaku bersama.

Rekomendasi Untuk Anda

Penekanan keempat mengenai mekanisme dan partisipasi aktif dari para anggota Asia Pasifik sesuai pakta kesepakatan bersama untuk saling kerjasama mengembangkan Asia Pasifik bersama dengan baik .

SBY menekankan pula bahwa segala persengketaan diharapkan dapat diselesaikan dalam pembicaraan diplomatik bersama tanpa keributan apalagi sampai melibatkan satuan militer masing-masing.

Hal tersebut tampak jelas ditujukan kepada China yang selama ini dengan seenaknya mengumumkan batas udara yang baru serta mengarahkan pasukan angkatan lautnya di sekitar Kepulauan Senkaku milik Jepang sehingga menimbulkan ketegangan luar biasa hingga kini.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas