Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2.000 Orang di Jepang Keracunan Usai Makanan Beku Dibubuhi Racun

Belakangan diketahui pelakunya adalah karyawan kontrak produsen makanan itu, Toshiki Abe.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in 2.000 Orang di Jepang Keracunan Usai Makanan Beku Dibubuhi Racun
IST

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebanyak lebih dari 2.830 orang keracunan makanan usai menyantap makanan beku (frozen) buatan Aqlifoods Co. Setelah diselidiki, terungkap makanan itu sengaja dibubuhi racun.

Belakangan diketahui pelakunya adalah karyawan kontrak produsen makanan itu, Toshiki Abe. Pria 49 tahun yang berasal dari Oizumi, Gunma ditangkap polisi di Saitama sejak 14 Januari menghilang dari rumahnya. Hasil investigasi menemukan fakta Abe meracuni makanan beku tersebut antara tanggal 3-7 Oktober 2013 sebanyak 4 kali.

Perlu diketahui, sejak Oktober 2005 dia adalah penanggungjawab jalur pembuatan Pizza di pabrik makanan beku itu, Aqlifoods Co.,  anak perusahaan makanan beku raksasa Maruha Nichiro Holdings Inc.

Ketika ditangkap Abe menyatakan tidak tahu dan tidak ingat semua yang dituduhkan polisi tersebut. Sabtu ini (25/1/2014) Abe seharian mengalami interogasi oleh pihak polisi.

Produk makanan beku tersebut sejak pembuatan di dalam pabrik ternyata diberikan racun pestisida Malathion yang berwarna kuning untuk membunuh insektisida. Sampai saat ini, perusahaan tersebut telah menarik sekitar 90% produknya dari pasaran di Jepang.

Toshio Shiro, President Maruha Nichiro Holdings Inc. dalam konperensi persnya (25/1/2014) menyatakan kembali permohonan maaf atas kejadian ini dan merasa agak lega atas tertangkapnya tersangka Abe oleh pihak kepolisian dan akan terus mengikuti lebih lanjut dengan seksama proses interogasi oleh pihak kepolisian Jepang.

Rekomendasi Untuk Anda
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas