Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perkebunan Mangga Besar di Australia Mencari Pembeli

Salah satu perkebunan mangga terbesar di Wilayah Utara Australia,  yaitu Jabiru Tropical Orchards, saat ini menunggu pembeli.Jabiru…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Salah satu perkebunan mangga terbesar di Wilayah Utara Australia,  yaitu Jabiru Tropical Orchards, saat ini menunggu pembeli.

Jabiru Tropical Orchards memiliki sekitar 35.000 pohon mangga di empat lokasi dekat kota Darwin. Total luas perkebunan ini adalah 350 hektar.

Tahun 2009 lalu, perkebunan tersebut dibeli oleh sekelompok investor dari luar negeri, yang saat ini memutuskan untuk menjualnya.

Penjualan ditangani Tim Altschwager. Menurutnya, belum ada taksiran harga yang ditetapkan. Namun, beberapa penjualan aset serupa di Wilayah Utara menunjukkan bahwa perkebunan tersebut bisa terjual dengan harga 20.000 dollar (Rp 207,7juta) per hektar, atau lebih.

"Mungkin lagi-lagi bisa menarik investor luar negeri," ucapnya, "Memang ada pertanyaan [dari luar negeri] yang diajukan ke kami perihal aset perkebunan di Australia. Yang satu ini aset besar, dan itulah yang mereka cari."

Bila terjual, Jabiru Tropical Orchards akan menjadi perkebunan mangga Wilayah Utara kedua yang terjual dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, Acacia Hills Calypso Farm terjual dengan harga yang dikabarkan sekitar 10 juta dollar.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Ross Maxwell, presiden Asosiasi Industri Mangga Wilayah Utara (NTMIA) dan manajer perkebunan Jabiru Tropical Orchards, penjualan tersebut bukanlah gambaran negatif industri perkebunan mangga.

"Mereka yang ingin memasuki industri ini berada di awal periode booming menurut saya," ucapnya, "Kita melampaui negara-negara bagian Australia lainnya dalam hal level produksi. Meskipun begitu, saya rasa potensi mangga belum dimanfaatkan secara maksimal di Wilayah Utara."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas