Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Arus Pengungsi Konflik Afrika Tengah Terus Mengalir ke Kamerun

ercatat pengungsi yang berada di wilayah barat luar kota sebanyak 8000 orang

Arus Pengungsi Konflik Afrika Tengah Terus Mengalir ke Kamerun
Dokumentasi PKPU
Pengungsi Afrika Tengah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengungsi konflik Afrika Tengah benar-benar membutuhkan perhatian semua pihak. Bahkan, hingga saat ini, khususnya di wilayah perbatasan, arus pengungsi terus saja mengalir tiada henti.

Di wilayah Kentjou yang setingkat Kabupaten atau kota, tercatat pengungsi yang berada di wilayah barat luar kota sebanyak 8000 orang.

"Pengungsi di Kamp Lolo berada dibawah pengawasan pemerintah kota dan UNHCR badan PBB urusan pengungsi sehingga penghuni kamp ini relatif lebih baik," kata. Rully Barlian, relawan PKPU, lembaga kemanusiaan nasional yang masih berada di Kamerun, Selasa (29/4/2014).

Sebaliknya, pengungsi yang tersebar dalam kota sebanyak 6.000 orang atau 750 kepala keluarga sampai sampai saat ini disamping belum ada bantuan badan maupun organisasi kemanusiaan.

"Pihak pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengelolanya. Pengungsi disini belum memiliki shelter atau barak penampungan atau tenda keluarga," katanya.

Dengan kondisi ini tim PKPU memutuskan menyalurkan bantuan awal di lokasi pengungsian dalam Kota Kentjou. Bantuan tahap awal yang disalurkan sebagian besar adalah makanan seperti beras, gula, garam, minyak goreng, susu dan makanan bayi serta ibu hamil.

Pengungsi dalam Kota Kentjou ini merupakan pengungsi yang berasal dari berbagai negara. Mereka telah lama menetap dan lahir di Afrika Tengah bahkan berasal dari keturunan generasi jauh sebelum mereka lahir.

Tim kemanusiaan PKPU yang tengah berada di Kamerun membantu proses pembangunan dan memberikan makanan kepada 6.000 pengungsi.

Tim menembus perbatasan Kamerun dan Republik Afrika tengah ditemukan beberapa titik sebagai konsentrasi pengungsian. Di saat yang sama arus masuk pengungsi melewati perbatasan terus mengalir.

Mereka berasal dari Nigeria, Chad, Senegal, Mali dan Afrika Tengah yang telah lama berbaur dengan warga lokal di Afrika Tengah. Sisanya sekitar 5.000 orang tersebar dibeberapa titik atau kelompok-kelompok kecil.

Ikuti kami di
Penulis: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas