Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ikut Turnamen Sumo Bayi Junya Malah Menangis

Seorang anak usia satu tahun dua bulan, Junya Fukunaga baru pertama kali ikut turnamen tersebut, menangis setelah masuk ke ring.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Ikut Turnamen Sumo Bayi Junya Malah Menangis
Foto Mainichi Shimbun
Dua bayi yang bertanding sumo menangis sebelum turnamen. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hanya di Jepang ada turnamen sumo bagi bayi dan anak kecil, usia 0 sampai 2 tahun yang diperbolehkan jadi peserta turnamen. Ternyata banyak peminatnya, ada 90 anak dan bayi ikut kejuaraan itu di Kuil Myouken Kota Hofu Kurumazuka, Perfektur Yamaguchi.

Kejuaraan ini yang ke-16 kalinya dilakukan sekitar bulan September dengan maksud agar pertumbuhan bayi dan anak-anak semakin sehat. Kuil dan lokasi kejuaraan terbuka bagi masyarakat umum tanpa dipungut biaya.

Arena sumo dengan diameter sekitar satu meter diberikan lingkaran tali coklat layaknya ring pertandingan sumo. Tapi kali ini untuk para bayi dan anak kecil. Saat dipanggil, bayi/anak kecil diberikan kain lepas ke bawah, tanda peserta, diikatkan ke pinggangnya, lalu dituntun orangtuanya memasuki ring tersebut. Seorang juri wanita dengan seragam petugas kuil memulai pertandingan. Setelah selesai diberikan tanda dengan mengangkat tonggak seperti kipas berwarna hitam dengan tulisan menang atau kalah.

Karena memang masih sangat kecil, kelakuan para bayi/anak kecil itu memang membuat semua orang tersenyum, bahkan seolah ada yang mengejek wasit sehingga wasit tertawa melihat kelakuannya yang sangat lucu.

Seorang anak usia satu tahun dua bulan, Junya Fukunaga baru pertama kali ikut turnamen tersebut, menangis setelah masuk ke ring.

"Biasanya jarang menangis dia. Mungkin karena terkejut melihat sekelilingnya ramai, banyak mata menyoroti dirinya jadi kaget. Kami ingin dia menjadi anak yang tumbuh sehat dengan baik," papar Tomiyuki (34), sang ayah.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal serupa juga dilakukan di Festifal Hassaku di Kuil Matsuo Taisha, Saikyoku, Kota Kyoto. Biasanya diselenggarakan Agustus, namun kali ini tanggal 7 September. Bayi dan anak kecil para peserta benar-benar seperti pesumo, hanya baju penutup bagian bawah saja, dan ikat kepala, sehingga badannya terlihat penonton.

Bayi yang kelihatan dewasa, berani, tidak menangis, tidak menghindar adalah yang menang dalam kejuaraan yang membuat para penonton selalu tertawa melihat kelakuan para bayi dan anak kecil yang lucu-lucu tersebut.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas