Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jepang Minta Rusia Kembalikan Empat Pulau yang Dikuasainya

Sakae Kashiwabara (80) yang memiliki tempat kelahiran di Suishoto (Suisho Island), tetap ingin agar pulaunya dikembalikan ke Jepang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Jepang Minta Rusia Kembalikan Empat Pulau yang Dikuasainya
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Sakae Kashiwabara menunjukkan tempat kelahirannya di Suishoto (Suisho Island), salah satu pulau yang dipersengketakan antara Jepang-Rusia, selama 69 tahun dikuasai Rusia hingga kini. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Empat Pulau Jepang yang masih dikuasai Rusia selama 67 tahun terakhir ini masih tetap diharapkan dikembalikan ke Jepang oleh masyarakatnya dan oleh pemerintah Jepang. Empat pulau tersebut yaitu kepulauan Habomai di dalamnya ada Pulau Suisho, Etorofu, Kunashiri, dan Shikotan.

Sakae Kashiwabara (80) yang memiliki tempat kelahiran di Suishoto (Suisho Island), tetap ingin agar pulaunya dikembalikan ke Jepang.

"Biar bagaimana pun saya ingin tempat kelahiran saya dikembalikan ke Jepang," papar Ketua Asosiasi Suisho Nomuro khusus kepada Tribunnews.com, Jumat (26/9/2014) siang.

Menurutnya di salah satu kepulauan yang dipersengketakan itu memang ada sumber alam sangat besar, bukan hanya sumber ikan dan laut, tetapi juga ada perunggu, perak dan emas di sana. Tidak heran Rusia tetap saja tak mau mengembalikan kepada Jepang meskipun telah 69 tahun mengusahakan pengembalian empat pulau tersebut.

"Memang benar ada sumber daya alam yang besar di sana seperti perunggu perak emas. Mungkin juga ada batubara," papar Kashiwabara.

Sampai saat ini ada sekitar 16.000 warga Rusia menetap di empat kepulauan tersebut tetapi tidak satu pun orang Jepang tinggal di sana karena dilarang Rusia. Namun sejak beberapa tahun lalu disepakati visa bebas, dengan jadwal kunjungan untuk kedua warga negara.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebenarnya tidak bebas karena semua diatur dan setahun untuk yang mau menyekar ke kuburan saja hanya diperbolehkan dua kali saja," papar Taniuchi Norio yang juga banyak terlibat dalam penyelesaian masalah ini.

Ada sekitar 52 lokasi kuburan di sana yang menjadi tempat nyekar orang Jepang ke empat pulau sengketa tersebut. Saat ini sekitar 20.000 orang Jepang setahun telah mengunjungi pulau tersebut untuk berbagai keperluan. Jumlah yang hampir sama sekitar 17.000 warga Rusia juga telah masuk ke Jepang dari pulau bersengketa tersebut. Warga Rusia sangat senang saat berkunjung ke Jepang lewat Hokkaido.

"Seperti mimpi saja kalau jalan-jalan di Jepang," kata warga Rusia ditirukan Walikota Nemuro, Hasegawa Shunsuke kepada Tribunnews.com siang ini.

"Kita menyambut mereka hidup bersama dengan damai. Tapi di empat pulau tampaknya infrastruktur masih sangat terbatas baik jalan raya, kendaraan dan sebagainya sehingga waktu mereka masuk Jepang menjadi sangat senang karena tersedia segalanya termasuk kendaraan dan kereta api. Kita tetap berharap Rusia secepatnya mengembalikan empat pulau itu kepada Jepang," ungkapnya.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas