Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Presiden Kritik Gedung Berbentuk Penis di Tiongkok Ini

"Tidak akan ada lagi arsitektur yang lebih aneh," kata Jiping.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Presiden Kritik Gedung Berbentuk Penis di Tiongkok Ini
www.dezeen.com
Presiden China, Xi Jinping mengritik keras bentuk arsitektur karya Rem Koolhaas, yakni markas besar CCTV Tiongkok. 

TRIBUNNEWS.COM, CHINA - "No more weird architecture". Demikian Presiden China, Xi Jinping, menyerukan kalangan konstruksi dan arsitek untuk tidak mendesain dan membangun pencakar langit dengan rupa yang aneh-aneh, mulai gedung berbentuk koin, kelamin pria, atau vagina.

Seruan Jinping disampaikan saat mengakhiri pidato selama dua jam dalam simposium sastra pekan lalu. Dia mengritik keras bentuk arsitektur karya Rem Koolhaas, yakni markas besar CCTV Tiongkok.

Presiden yang mengambil alih tampuk kepemimpinan Partai Komunis China dua tahun silam itu mengatakan, bahwa tidak akan ada lagi arsitektur yang lebih aneh setelah gedung penis raksasa milik surat kabar pemerintah, People's Daily.

"Tidak akan ada lagi arsitektur yang lebih aneh," kata Jiping.

Jiping juga mencerca pencakar langit Gate of The Orient yang dijuluki "big pants" atau celana besar. Gedung itu berdiri sebagai sepasang jembatan di atas Sungai Yangtze dan Jialing di Chongqing, yang dibandingkannya dengan alat kelamin perempuan.

Komentar pedas Jinping juga ditujukan untuk gedung pencakar langit di Guangzhou yang berbentuk seperti donat raksasa.

Kompleks gedung Soho hasil karya Zaha Hadid yang mirip kerikil juga tak luput dari cercaannya. Jiping mendesak para pengembang gedung komersial untuk tidak lagi mengorbankan nilai-nilai seni dan moral demi keuntungan komersial.

Rekomendasi Untuk Anda

"Di sinilah perlunya karya seni. Karya seni harus seperti sinar matahari dari langit biru dan angin di musim semi yang akan menginspirasi pikiran, hati yang hangat, menumbuhkan rasa, dan membersihkan gaya kerja yang tidak diinginkan," katanya.

Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas