Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bantu Stafnya Cabuli Tamu, Pemilik Toko Waffle Ditangkap Polisi

Seorang pemilik toko makanan waffle Jepang ditangkap polisi karena terlibat membantu stafnya melakukan pemerkosaan terhadap tamunya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Bantu Stafnya Cabuli Tamu, Pemilik Toko Waffle Ditangkap Polisi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pemilik Toko Waffle Hakataya ditangkap karena terlibat kasus pemerkosaan. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang pemilik toko makanan waffle Jepang ditangkap polisi karena terlibat membantu stafnya melalukan pemerkosaan terhadap tamunya yang sedang makan waffle tengah malam. Peristiwa yang terjadi 9 November tengah malam ini berujung ditangkapnya 3 orang oleh pihak kepolisian keesokan harinya, Senin (10/11/2014).

Seorang wanita cantik usia 25 tahun Sabtu (9/11/2014) lalu makan di toko waffel Hakataya. Meskipun jam operasional toko sudah lewat, sang wanita masih berada di toko itu karena Manajer Toko Kenyu Arata (33) memintanya untuk tetap di sana.

"Tak apa, santai aja tetap saja makan," katanya.

Sementara pintu toko ditutup karena memang jam operasional sudah berakhir, dan tamu wanita muda itu masih di dalam toko, lalu disetubuhi Arata bersama temannya Yuji Imuta (33) secara bergantian. Kemudian sang wanita dibawa ke sebuah hotel dan disetubuhi lagi.

Usai kejadian tersebut, sang tamu wanita kemudian melaporkannya kepada polisi. Keesokan harinya, Minggu (10/11/2014) kedua pelaku akhirnya ditangkap polisi.

Kemudian polisi mencari pemilik toko waffle, Yasunori Hakataya (34) dan ditemukan di rumahnya bersama istrinya berdua sedang mengisap narkoba.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya semula ditangkap karena penggunaan narkoba. Hakataya diinterogasi polisi semula mengaku tak mengenal Arata dan Imuta. Akhirnya terbukti juga Hakataya sebenarnya mengenal keduanya. Polisi menahan dengan tuduhan keduanya berbohong kepada polisi dan kasus narkoba.

Arata sebelumnya pernah ditahan dengan kasus kriminal lainnya.

"Sayang sekali Hakataya sebenarnya pengusaha yang baik dia, tetapi kasusnya kriminal kali ini mungkin akan mengganggu karir bisnisnya di masa depan nantinya," ungkap seorang polisi kepada pers, Rabu (11/11/2014).

Polisi masih menyelidiki dugaan ketiganya juga menyetorkan dana kepada kelompok Yakuza, mafia Jepang.

Informasi lengkap Yakuza silakan klik www.yakuza.in.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas