Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kaspersky: Hotel Top Jepang Dimata-matai Korea

Lembaga penelitian Rusia, Kaspersky, mengungkapkan kebanyakan hotel top kelas atas di Jepang, telah dimata-matai oleh Korea.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kaspersky: Hotel Top Jepang Dimata-matai Korea
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Salah satu produk buatan lembaga penelitian Rusia, Kaspersky. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Lembaga penelitian Rusia, Kaspersky, mengungkapkan kebanyakan hotel top kelas atas di Jepang, telah dimata-matai oleh Korea. Hotel-hotel tersebut dipasangi alat penyadap agar semua pembicaraan para eksekutif dapat dicuri. Selain itu data dari terminal hotel pun disusupi dan diambil para penyadap.

Perusahaan informasi keamanan Rusia tersebut, Kaspersky Laboratory, memberikan tanda bahaya kepada Jepang, Rabu (12/11/2014) kemarin bahwa umumnya hotel lux di Jepang terutama yang terkoneksi dengan pelayanan wireless untuk para eksekutif top (dunia), telah disadap pihak Korea. Beberapa pihak telah mengeluh terjadi kerusakan jaringan informasi karena data para tamu telah dicuri oleh sang penyadap dari terminal komputernya.

Menurut perusahaan itu, para penyadap tersebut telah melakukan kegiatan mata-mata itu dengan memulai sebagai tamu eksekutif di hotel-hotel lux Jepang, sejak empat tahun lalu.

Mereka memasuki sistem informasi hotel, men display kan layar komputernya pura-pura melakukan update data softwarenya di terminal ruangan yang menggunakan fasilitas Wifi.

Setelah menginstal softwarenya, mereka memasuki sistem dan menyerang sistem untuk mengambil semua data hotel tersebut.

Nama hotel dan kerusakan tidak diungkapkan Kaspersky.

Rekomendasi Untuk Anda

Lembaga ini juga mengungkapkan 2.000 unit lokasi juga telah diserang pihak Korea sehingga dua pertiga terminal database yang dibajak dan diintipnya mengalami kerusakan di Jepang. Kerusakan juga terjadi di Taiwan dan Tiongkok.

"Untuk mengurangi kerusakan tersebut kami berusaha menciptakan software untuk memperbaiki kembali database yang ada dan menangkal lebih kuat lagi jaringan mata-mata yang mereka lakukan. Disarankan para pengguna melindungi dengan software anti virus terbarunya," tulis siaran pers Kaspersky yang juga dimuat berbagai media massa besar di Jepang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas