Israel Perketat Keamanan Antisipasi Serangan Balasan Suriah
Israel memperketat keamanan di sepanjang perbatasan utaranya guna menghadapi kemungkinan serangan balasan oleh Hizbullah.
Editor:
Rendy Sadikin
TRIBUNNEWS.COM, JERUSALEM - Israel memperketat keamanan di sepanjang perbatasan utaranya guna menghadapi kemungkinan serangan balasan oleh Hizbullah.
Sebelumnya, Israel diduga melancarkan serangan udara di Dataran Tinggi Golan Suriah di dekat Kota Quneitra, Minggu (18/1/2015). Satu helikopter menyerang rombongan kendaraan. Enam anggota organisasi Syiah Lebanon, Hizbullah, termasuk Jihad Mughniyah, tewas.
Jihad adalah seorang komandan dan putra Imad Mughniyah, mantan komandan Hizbullah yang diduga telah tewas dalam serangan Israel pada 2008.
Pasukan Pertahanan Israel menggelar baterei antirudal Iron Dome di beberapa tempat di Israel Utara, kata jaringan media Berbahasa Arab, Sky News, Senin pagi. Belum ada konfirmasi resmiu dari Pasukan Pertahanan Israel pada saat ini.
Walaupun para pejabat Israel tidak mengakui serangan tersebut, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel Benny Gantz pada Senin sore mengatakan militer Yahudi bersiap dan memantau perkembangan di wilayah itu.
"Pasukan Pertahanan Israel siap, melacak semua perkembangan, dan siap bertindak sebagaimana diperlukan," kata jejaring berita Ynet--yang Gantz dalam satu acara militer, sebagaimana dilaporkan Xinhua.
Media Israel juga melaporkan perubahan dalam perkembangan militer di bagian utara negeri tersebut. Menurut harian Haaretz, Pasukan Pertahanan Israel tak membiarkan beberapa satuan yang ditempatkan di perbatasan utara untuk cuti sebagaimana rencana.
Pasukan Pertahanan Israel juga telah menaikkan tingkat siaga di pos terdepan di sepanjang perbatasan Suriah dan Lebanon, kata jejaring Ynet.
Selain itu, Channel 10 melaporkan petani di Kota Kecil Mettulah di perbatasan diberitahu oleh militer agar menjauhi pagar perbatasan.
Israel juga menutup wilayah udara di Dataran Tinggi Golan pada Senin, dan memerintahkan pesawat sipil agar menjauhi wilayah tersebut.
Wilayah udara di Israel Utara, sebelah timur Sungai Jordan, ditutup buat semua pesawat sipil kecuali bagi pesawat pertanian beberapa kilometer dari perbatasan Suriah.