Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tony Abbott Kembali 'Mengemis' Minta Eksekusi Mati Dibatalkan

PM Abbott mengemukakan harapannya agar eksekusi tidak dilanjutkan, mengingat rehabilitasi yang telah dijalani oleh kedua terpidana penyelundup itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Tony Abbott Kembali 'Mengemis' Minta Eksekusi Mati Dibatalkan
TRIBUN/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo menyambut Perdana Menteri Australia Tony Abbott (kiri) dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/10/2014). Kunjungan kenegaraan tersebut merupakan kunjungan pertama bagi Jokowi setelah dilantik sebagai Presiden. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, menelepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) , Rabu (25/2/2015) malam, untuk kembali memohon pembatalan eksekusi terhadap terpidana mati Bali Nine yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Dalam pembicaraan itu PM Abbott mengemukakan harapannya agar pelaksanaan eksekusi tidak dilanjutkan, mengingat rehabilitasi yang telah dijalani oleh kedua terpidana penyelundup narkoba ini.

Nasib kedua orang ini dalam beberapa pekan terakhir memicu friksi antara kedua negara, namun menurut sumber ABC dalam pembicaraan telepon itu kedua pemimpin sepakat menjaga hubungan bilateral.

Namun PM Abbott tidak bersedia mengungkap rincian pembicaraan keduanya.

"Tapi saya bisa nyatakan bahwa Pak Presiden sangat memahami posisi Australia dan saya pikir dia sangat hati-hati mempertimbangkan posisi Indonesia," jelasnya.

"Saya tidak ingin membangun harapan yang nantinya tidak menjadi kenyataan," ujar PM Abbott. "Saya tidak ingin mengomentari Indonesia atau sahabat saya Presiden Jokowi."

"Namun saya bisa pastikan bahwa saya telah bicara untuk kepentingan Australia dan nilai-nilai Australia. Namun saya juga harus menghormati dan menjaga persahabatan dan salah satu sahabat terbaik Australia adalah Indonesia," tutur PM Abbott, Kamis pagi.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan bahwa pembicaraan telepon ini merupakan isyarat positif bagi kuatnya hubungan Australia dan Indonesia.

Presiden Jokowi sebelumnya mengungkapkan ia juga telah berbicara dengan pemimpin Perancis, Brasil, dan Belanda terkait warga negara mereka yang terancam hukuman mati di Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas