Amerika Serikat Prihatin Dengan Penahanan Putri Sulung Anwar Ibrahim
Amerika Serikat mengatakan "sangat prihatin" dengan penahanan putri sulung pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim.
Editor:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM.WASHINGTON - Amerika Serikat mengatakan pihaknya "sangat prihatin" dengan penahanan putri sulung pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim.
Washington menyatakan keprihatinannya atas penahanannya kepada pemerintah Malaysia, kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki.
Nurul Izzah, putri sulung pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, yang juga menjadi anggota parlemen ditahan di penjara berdasarkan Akta Hasutan terkait pernyataan di parlemen yang mengkritik badan kehakiman.
Nurul Izzah ditahan karena pernyataannya di parlemen pekan lalu setelah kasasi ayahnya, Datuk Seri Anwar Ibrahim, ditolak oleh Mahkamah Persekutuan pada 10 Februari lalu sehingga ia dimasukkan ke penjara dalam kasus sodomi.
"Dalam ucapan Nurul Izzah telah mengkritik badan kehakiman dalam kasus Datuk Seri Anwar Ibrahim dan lain sebagainya. Bagi saya, itu tidak boleh dianggap sebagai kesalahan. Itulah hak seorang anggota parlemen untuk berbicara tentang isu-isu kepentingan negara, termasuk kasus yang sangat penting untuk negara kita," jelas Sivarasa Rasiah.
Sebelumnya Nurul Izzah telah dijadwalkan akan dimintai keterangan oleh polisi terkait unjuk rasa akhir kubu oposisi pada 7 Maret di Kuala Lumpur untuk menyerukan pembebasan ayahnya, namun perkara yang menjadikannya ditahan adalah ucapannya di parlemen.
Dalam berbagai kesempatan, para pejabat Malaysia menegaskan sidang kasus sodomi Anwar Ibrahim telah berlangsung adil dan membantah tudingan bahwa kasus itu dilatarbelakangi faktor politik. (AFP)