Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Bangladesh Jadi Anggota Yakuza Jepang

Seorang warga Bangladesh, Jiem Uddin menjadi anggota mafia Jepang Yakuza, dan memeras meminta uang proteksi (mikajimeryo) kepada orang lain.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Warga Bangladesh Jadi Anggota Yakuza Jepang
Foto NNN
Jiem Uddin (37), warga Bangladesh menjadi anggota Yakuza. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang warga Bangladesh, Jiem Uddin (37) menjadi anggota mafia Jepang Yakuza, dan memeras meminta uang proteksi (mikajimeryo) kepada orang lain.

"Jiem Uddin, usia 37 tahun, akhirnya kami tangkap dengan bukti-bukti yang ada bersama temannya Tatsuya Kawai (25), karena melakukan mikajimeryo kepada orang lain," kata sumber Tribunnews.com, Sabtu (11/4/2015).

Keduanya terlibat perkelahian melibatkan 12 orang bulan Mei tahun lalu di tengah wilayah bisnis dekat stasiun kereta api Kinsicho Tokyo.

Perkelahian 12 orang itu mengakibatkan luka serius beberapa orang termasuk pecah tulang sehingga perlu perawatan di rumah sakit beberapa hari.

Polisi juga menyelidiki enam orang Bangladesh lain karena keterkaitan dengan kasus ini.

Keterlibatan warga asing ke dalam Yakuza bukan hal yang baru. Beberapa tahun lalu seorang Malaysia juga menjadi anggota Yakuza, dianggap membunuh dua orang warga Jepang, lalu dihukum mati di Jepang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya kenal orang Malaysia itu, karena solidaritasnya sebagai Yakuza, dia mengakui dua warga Jepang dia yang membunuh. Padahal satu orang lain temannya, Yakuza warga Jepang yang membunuhnya. Akibatnya dialah yang jadi korban kena putusan hukuman mati," kata Manabu Miyazaki, pengamat Yakuza Jepang khusus kepada Tribunnews.com beberapa waktu lalu.

Bahkan Miyazaki berjanji setelah dibakar jasad warga Mlaysia itu, nanti tulangnya dia yang akan mengantarkan kepada keluarga di Malaysia.

Masuknya warga asing ke Yakuza menjadi bagian perekrutan oleh Yakuza saat ini karena semakin sedikit orang Jepang yang mau menjadi Yakuza sehingga penghasilan kelompok kejahatan ini semakin sedikit.

Akibat lainnya, banyak anggota yakuza ke luar Jepang untuk mencari uang lebih baik dan lebih bebas (dari segi hukum dibandingkan Jepang yang sangat ketat UU Anti Yakuza, termasuk targetnya adalah Indonesia yang perekonomiannya sedang berkembang baik.

Info lengkap Yakuza silakan klik www.yakuza.in.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas