Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Nepal Terpaksa Tinggal di Tenda Darurat

Presiden Nepal, Ram Baran Yadav, terpaksa tinggal di tenda darurat, setelah kantor sekaligus kediamannya retak diterpa gempa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Presiden Nepal Terpaksa Tinggal di Tenda Darurat
AP Photo/ Niranjan Shrestha
Seorang warga yang luka-luka mendapat perawatan di Rumah Sakit Medicare, Kathmandu, Nepal, Sabtu (25/4/2015) setelah gempa 7,9 SR mengguncang kawasan tersebut. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM, NEPAL - Presiden Nepal, Ram Baran Yadav, terpaksa tinggal di tenda darurat, setelah kantor sekaligus kediamannya retak diterpa gempa 7,9 skala Richter, Sabtu (25/4/2015) pekan lalu.

Selain itu, Yadav juga mengungsi karena khawatir terjadi gempa susulan dan bisa merobohkan kediamannya tersebut yang sudah berusia uzur.

Betapa tidak, gedung yang diberi nama 'Sheetal Niwas' itu dibangun sekitar 150 tahun silam. Persis ketika negara Nepal masih berbentuk kerajaan dan dikuasai Maharaja Rana.

"Hingga kini (Minggu; 26/4/2015) Presiden Yadav masih di tendanya," terang staf kepresidenan.

Dilansir dari Zee News dan NDTV, sebagian besar dari bangunan Sheetal Niwas mengalami kerusakan dan retak, terutama pada bagian dapur.

Selain rumah sang presiden, kediaman beberapa pejabat pemerintahan lain pun dikabarkan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Rekomendasi Untuk Anda

Satu di antaranya adalah, kediaman Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala. Pintu utamanya dilaporkan rusak.

Untungnya, saat kejadian Koirala sedang berada di Indonesia menghadiri konferensi.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas