Tribun

Soal Penembakan Osama, Mantan Direktur CIA Bantah Tudingan Syemour Hersh

Ia juga membantah bahwa Osama selama ini berada dalam tahanan otoritas Pakistan.

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Johnson Simanjuntak
Soal Penembakan Osama, Mantan Direktur CIA Bantah Tudingan Syemour Hersh
net
Foto asli Osama bin Laden lengkap dengan jenggotnya dan foto seorang korban ledakan tahun 2009 digabungkan sedemikian rupa dengan software Photoshop menjadi satu gambar utuh yang menampilkan jasad Osama berdarah-darah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur CIA Leon Panetta, menyatakan klaim wartawan investigasi Seymour Hersh bahwa Pemerintah AS telah berbohong seputar kematian pemimpin kelompok teroris al-Qaeda, Osama Bin Laden.

Dalam konfrensi pers yang diadakan di Monterey Conference Center di California, AS, Senin (11/5/2015), Panetta mengatakan dirinya dapat memastikan bahwa Pemerintah Pakistan sama sekali tidak mengetahui rencana serangan terhadap tempat persembunyian Osama di Abottabad, Pakistan.

Ia juga membantah bahwa Osama selama ini berada dalam tahanan otoritas Pakistan.

"Saya dapat meyakinkan anda bahwa bin Laden tidak berada di tahanan Pakistan," katanya, seperti dikutip dari CNN, Rabu.

"Sebagai hasil dari itu, dan hasil dari apa yang dia lakukan pada 9/11, saya tidak bisa lebih bangga dari operasi pengejaran bin Laden dan untuk membawa keadilan," kata Panetta.

Panetta adalah salah satu dari beberapa pejabat AS yang telah membantah pemberitaan Hersh, termasuk juru bicara Keamanan Nasional Gedung Putih, Ned Price dan juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

"Ada terlalu banyak ketidakakuratan dan pernyataan tak berdasar," kata Price dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, Senin.

"Kami telah dan terus menjadi mitra dengan Pakistan dalam upaya kita bersama untuk menghancurkan al-Qaeda, tapi ini adalah operasi AS."

Laporan itu diterbitkan akhir pekan ini dan mengutip "sumber utama AS," menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Barack Obama bekerja sama dengan para pejabat intelijen Pakistan untuk membunuh bin Laden.

Pada CNN Berita Hari Senin pagi, Hersh membela laporan ini, mengatakan bahwa informasi tersebut harus ditangani oleh pemerintah AS sangat serius. (CNN)

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas