Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Seorang Pria Tewas Tersambar Layang-Layang Raksasa di Jepang

Seorang pria tua tewas tersambar layang-layang raksasa yang jatuh dari langit di sebuah festival layang-layang di Jepang,

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo
zoom-in Seorang Pria Tewas Tersambar Layang-Layang Raksasa di Jepang
The Japan Times
Seorang pria tua tewas tersambar layang-layang raksasa yang jatuh dari langit di sebuah festival layang-layang di Jepang 

TRIBUNNEWS.COM.TOKYO - Seorang pria tua tewas tersambar layang-layang raksasa yang jatuh dari langit di sebuah festival layang-layang di Jepang, kata seorang pejabat.

Rekaman video amatir yang menunjukkan layang-layang dengan berat 700 kilogram berukuran 13 meter dan 12 meter, jatuh ke kerumunan penonton di sebuah taman di Higashiomi, Jepang tengah hari Minggu (31/5/2015).

Empat orang terluka dalam insiden festival layang-layang "Big Kite" tersebut.

Di antara yang terluka ada seorang lanjut usia yang akhirnya tewas, diidentifikasi oleh media lokal sebagai Junichi Yoshii.

Sementara seorang anak tujuh tahun terluka.

Seorang juru bicara untuk kota mengkonfirmasi kematian pria 73 tahun Selasa pagi.

layang layang di bali
ilustrasi layang-layang raksasa

"Langkah-langkah keamanan yang memadai," kata Masakiyo Ogura, walikota kota.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya ingin tulus meminta maaf kepada pengunjung dan penduduk kita," katanya kepada majelis kota pada hari Senin.

Polisi telah melakukan penyelidikan kasus atas dugaan kelalaian profesional, media lokal melaporkan.

Pada tahun 2004, delapan orang terluka ketika sebuah layang-layang satu ton menabrak kerumunan di Kanagawa, dekat Tokyo.

Festival Negara 

Jepang dengan ciri khas budayanya memang dikenal dengan beragam festival. 

Pada Minggu (10/5/2015) di Kanda Tokyo diselenggarakan festival yang erat terkait dengan kepercayaan Shinto.

Ini merupakan salah satu festival Shinto terbesar di Jepang sejak tahun 1600. Kuil Kanda sendiri didirikan sejak tahun 730.

Festival Kanda (Kanda Matsuri) ini dimulai sejak Zaman Tokugawa Ieyasu berkuasa, untuk memperingati kemenangan perangnya pada perang Sekigahara.

Festival ini sangat penting sehingga disebut sebagai festival Negara Jepang.

Arak-arakan atau mikoshi yang dipertontonkan di jalan raya utama sangat mewah, mahal dan luar biasa hebat dibuat oleh para pengrajin khusus Jepang, serta mendapat pemberkatan kuat dari para pendeta Shinto Jepang senior.

Mikoshi ini dulu sampai ke benteng Edo sehingga shogun atau para bangsawan besar Jepang bis aikut pula menikmatinya.

Festival ini diselenggarakan setiap tanggal 15 Mei atau Sabtu Minggu mendekati tanggal tersebut setiap tahun.

Ada pula festival Daikoku yang juga dilakukan di kuil Kanda tetapi dilakukan setiap bulan Januari, masih kalah kemeriahan dan sejarahnya dibandingkan Festival Kanda hari ini yang dihadiri puluhan ribu orang, sangat meriah sekali, dari pagi sampai malam nanti (10/5/2015).

Kuil Kanda sendiri sempat berpindah pindah dan di bangun kembali beberapa kali karena sempat terbakar dan terhempas gemba bumi besar Kanto di tahun 1923.

Oertama kali dibangun di desa nelayan Shibasaki.

Lalu dipindahkan ke daerah Kanda karena perluasan benteng Edo. Lalu pindah lagi ke daerah perbukitan kecil dekat Akihabara tahun 1616.

Akhirnya sejak 1934 hingga kini di daerah Soto Kanda Chiyodaku.

Kuil ini untuk menghormati para kesatria dan penduduk terhormat Jepang khususnya jaman Edo dan jaman kekuasaan Tokugaya Ieyasu. (NDTV/tribunnews)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas