Anak-anak Menanam Padi di Lantai Atas Gedung Hakutsuru, Daerah Paling Mahal di Jepang
Belasan anak dengan wajah tertawa riang mulai menanam padi di lantai paling atas (top) dari gedung Hakutsuru di daerah paling mahal di Jepang.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Belasan anak dengan wajah tertawa riang mulai menanam padi di lantai paling atas (top) dari gedung Hakutsuru (Ginza 5-12-5) di daerah paling mahal di Jepang di dekat stasiun kereta api Ginza Timur, Sabtu (6/6/2015).
Budaya mulai tanam padi ini sejak tahun 2007 dilakukan sebagai pertanda dimulainya waktu menanam padi di Jepang. Lalu hasilnya, beras, dijadikan antara lain sake, minuman alkohol tradisional Jepang.
Hakutsuru sake ini didirikan sejak tahun 1743 dan pertama kali pameran sebagai pembuat sake botol di Paris Exposition tahun 1900.
Selain membuat sake juga menyediakan Beasiswa Yayasan Nada bagi pelajar SMA, membuat Museum Sake Hakutsuru, serta membuka Hakutsuru GINZA STYLE yang diperuntukkan bagi pembelajaran bagi anak-anak, dimulai dari menanam padi sendiri di tengah gedung bertingkat di tengah Tokyo yang sudah tak ada lagi lahan sawah.
Hakutsuru Sake Brewing C.o.Ltd. dengan CEO Kanou Kenji dengan modal usaha 495 juta yen kini memiliki 426 karyawan dan berpenghasilan penjualan sebesar 34,5 miliar yen. Selain memiliki Yayasan Beasiswa tersebut, kini memiliki perusahaan di Amerika, perusahaan real estate dan satu perusahaan sistem distribusi.
Baca tanpa iklan