Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengunjuk Rasa Bayaran Bugil di Gerbang Pengadilan Jadi Tontonan Warga

Kecewa karena putusan pengadilan, seorang pria membayar pengunjuk rasa untuk bugil di depan Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Hunan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Y Gustaman
zoom-in Pengunjuk Rasa Bayaran Bugil di Gerbang Pengadilan Jadi Tontonan Warga
Weibo/Shanghaiist.com
Pengunjuk rasa bugil di gerbang pengadilan di Hunan, Tiongkok. Rupanya mereka dibayar seseorang karena kecewa putusan pengadilan tak berpihak kepadanya. 

TRIBUNNEWS.COM, TIONGKOK - Sekelompok pria menginspirasi polisi untuk menangkapnya. Meski berunjuk rasa tanpa anarkis, mereka telah telanjang sambil memperlihatkan bokong di depan umum telah mengganggu ketertiban umum.

Mereka melakukan aksi telanjang tepat di depan gerbang Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Hunan, Tiongkok, Senin (8/11/2015). Pejalan kaki yang melintas risi dengan aksi mereka. Tapi ada juga pejalan kaki yang mengabadikan unjuk rasa sejumlah pria lewat kamera ponselnya.

Unjuk rasa pria telanjang ini hanya berlangsung kurang lebih 20 menit. Polisi yang bertugas di pengadilan langsung menangkap mereka. Tentu saja polisi memerintahkan mereka terlebih dulu memakai pakaiannya.

Setelah foto telanjang pengunjuk rasa tersebar di internet, Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Hunan ikut mempostingnya di situs resmi Weibo mereka. Di situ menjelaskan bahwa pengunjuk rasa sekira 10 orang adalah suruhan Li Tianming, seorang yang perkaranya ditangani pengadilan.

Sebenarnya, Li memenangkan perkara di Pengadilan Menengah Rakyat Yongzhou, tetapi perusahaan pengembang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Hunan. Kasus ini kemudian disidangkan ulang yang akhirnya memenangkan pihak perusahaan.

Kecewa karena putusan itu, Li mengajukan banding ke pengadilan lebih tinggi namun gagal. Ia kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Agung Rakyat tapi juga gagal. Bahkan permohonannya untuk Kejaksaan Rakyat Provinsi Hunan ditolak.

Muak dengan seluruh situasi yang ada, Li memutuskan menyewa sekelompok orang untuk menciptakan keributan dan menarik perhatian massa.

Rekomendasi Untuk Anda

Para pengunjuk rasa yang telanjang itu akan ditahan selama 15 sampai 20 hari. Kasus ini sekarang sedang diselidiki biro keamanan publik Hunan. (Shanghaiist)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas