Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Diyakini Memiliki Kekuatan Gaib, Boneka Asal Jepang Ini Bukan Untuk Santet

Bentuk nya memang mirip Boneka voodoo yang biasa dipakai untuk menyantet orang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Diyakini Memiliki Kekuatan Gaib, Boneka Asal Jepang Ini Bukan Untuk Santet
Richard Susilo
Boneka teru teru bozu asal Jepang yang diyakini memiliki kekuatan gaib 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -- Saat ini mulai masuk musim panas dan ada kemungkinan tidak hujan lama. Muncullah boneka ini. Boneka ini bukan untuk nyantet.

Bentuk nya memang mirip Boneka voodoo yang biasa dipakai untuk mengguna-gunai orang. Tapi Boneka ini merupakan bagian dari kebiasaan dan budaya Jepang agar cuaca jadi cerah, tidak hujan.

Teru teru bozu adalah boneka tradisional Jepang yang terbuat dari kertas atau kain putih yang digantung di tepi jendela dengan menggunakan benang.

Dari segi bentuk dan pembuatan nya, boneka tersebut mirip dengan boneka hantu seperti yang dibuat pada saat Halloween.

Boneka model jimat ini diyakini memiliki kekuatan gaib yang mampu mendatangkan cuaca cerah dan menghentikan atau mencegah hujan.

Dalam bahasa Jepang, teru adalah kata kerja yang berarti "bersinar" atau "cerah", dan bōzu dapat berarti bhiksu, atau dalam bahasa pergaulan masa kini dapat berarti "kepala botak"; kata itu juga merupakan istilah akrab untuk menyebut bocah lelaki.

Rekomendasi Untuk Anda

Teru teru Bozu menjadi populer selama zaman Edo di antara masyarakat urban, di mana anak-anak membuatnya untuk memohon cuaca baik sehari sebelumnya dan bernyanyi "pendeta cuaca baik, cerahkan cuaca esok hari."

Secara tradisonal, jika cuaca berubah cerah, mereka akan digambari mata (bandingkan dengan daruma), sesajen berupa sake suci dituangkan pada mereka, kemudian dihanyutkan di sungai.

Di masa kini, anak-anak membuat teru-teru-bozu dari kertas tisu atau kapas dan benang lalu menggantungnya di jendela ketika mengharapkan hari yang cerah, seringkali sebelum hari piknik sekolah. Menggantungnya secara terbalik berarti memohon agar hujan turun.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas