Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 WNI ABK Orkim Harmony Masih Dibuntuti Perompak di Perairan Vietnam

Satu kapal Angkatan Laut Malaysia membuntuti kapal minyak Orkim Harmony yang dibajak oleh sejumlah perompak

Editor: Budi Prasetyo
zoom-in 5 WNI ABK Orkim Harmony Masih Dibuntuti Perompak di Perairan Vietnam
karangkraf.com
Hilangnya kapal tanker minyak berbendera malaysia MT Orkim Harmony kemungkinan besar dekat Natuna dan Anambas Kepulauan Indonesia di Laut Cina Selatan, 

TRIBUNNEWS.COM.KUALA LUMPUR- Satu kapal Angkatan Laut Malaysia membuntuti kapal minyak Orkim Harmony yang dibajak oleh sejumlah perompak di lepas pantai Singapura Kamis pekan lalu (11/06/2015).

Angkatan Laut Malaysia mengerahkan kapal KD Terengganu dan petugas menjalin komunikasi dengan nahkoda kapal melalui radio pada Kamis (18/06).

Kepala Staf Angkatan Laut Malaysia, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz Jaafar, mengatakan jumlah komplotan yang sudah terlihat di kapal sekitar delapan orang. Namun nahkoda tidak membolehkan kapal Angkatan Laut Malaysia mendekat.

Dikatakan mereka antara lain bersenjata parang dan senapan. Dalam pernyataannya, Tan Sri Abdul Aziz Jaafar menuturkan perompak berbicara dalam bahasa Melayu dengan aksen Indonesia.

Adapun tulisan nama kapal telah diubah menjadi Kim Harmon.

Menurut Direktur Jenderal Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Datuk Ahmad Puzi Abdul Kahar kasus ini bukan pembajakan namun sebagai perampokan sebab pelaku tidak mengajukan tuntutan tebusan tetapi ingin menguasai kargo yang diangkut kapal.

Kapal mengangkut 6.000 ton minyak RON95 dan 22 anak buah kapal yang terdiri dari 16 warga Malaysia, lima warga Indonesia dan seorang warga Myanmar.

Rekomendasi Untuk Anda

Lokasi kapal sekarang berada di wilayah perairan Vietnam.

Peristiwa itu merupakan perompakan kelima tahun ini yang terjadi di kawasan tersebut.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas