Miras Ilegal di Mumbai Tewaskan 90 Orang
Sebanyak 90 orang di India tewas akibat keracunan setelah mengonsumsi miras ilegal buatan, demikian laporan kepolisian Mumbai
Editor:
Sanusi
Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine
TRIBUNNEWS.COM, MUMBAI - Sebanyak 90 orang di India tewas akibat keracunan setelah mengonsumsi miras ilegal buatan, demikian laporan kepolisian Mumbai, Minggu (21/6/2015).
"Yang meninggal kini berjumlah 90 orang dan sudah lebih dari 40 orang sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit," sebut Dhananjay Kulkarni, deputi kepolisian wilayah India bagian barat.
Menurutnya, jumlah korban tewas kemungkinan akan terus bertambah hingga angka 100.
Kasus keracunan massal ini berawal dari laporan korban yang mengaku sakit pada Rabu (17/6/2015) pagi, setelah mengonsumsi miras ilegal.
Tayra Khan, istri dari seorang korban keracunan mengaku suaminya terpaksa dibawa ke RS setelah mengeluh sakit perut dan muntah.
Atas kasus ini, lima tersangka ditangkap atas keterlibatannya dalam pendistribusian dan penjualan miras di wilayah pemukiman kumuh pinggiran Malad Barat.
Delapan petugas kepolisian juga diberi sanksi atas kecerobohan mereka dalam pengawasan penjualan miras ilegal tersebut.
Sebuah investigasi dilakukan demi mengetahui adanya kadar metanol tinggi dalam miras lokal India yang disebut 'moonshine' itu.
Senyawa alkohol yang biasanya terdapat dalam kandungan bahan bakar itu memang sering dicampurkan dalam miras ilegal di India, dengan maksud untuk menambah kadar alkohol di dalamnya.
Miras ilegal dan kasus kematian akibatnya memang banyak ditemukan di India. Per botolnya biasa dijual seharga sekitar belasan ribu rupiah.
Kasus kematian akibat miras ilegal ini nampaknya akan menjadi kasus terburuk di Mumbai, mengalahkan rekor sebelumnya di 2004 yang menewaskan 100 orang.