Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Beri Kabar Datang ke Jepang, Muka Dibacok Pedang

Ono yang bos Chinese Dragon dari fraksi geng motor liar, menggunakan pedang Chinanya membacok lawannya yang berusia 31 tahun

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Tak Beri Kabar Datang ke Jepang, Muka Dibacok Pedang
Foto NNN
Hiroshi Ono, 46, bos Chinese Dragon bersama stafnya Ba Kaihaku (26) ditangkap polisi Tokyo Senin (13/7/2015) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kesal karena tak memberikan kabar datang ke daerah kekuasaannya di Kabukicho Shinjuku Tokyo, Hiroshi Ono, 46, bos Chinese Dragon langsung menempeleng dan membacok muka lawannya dengan pedang China sehingga korban luka dan dirawat sampai dua minggu di rumah sakit.

"Kejadian 13 Mei lalu dan setelah semua bukti dan kesaksian terkumpul, polisi baru menangkap tersangka kemarin beserta anak buahnya," ujar sumber Tribunnews.com Selasa siang ini (14/7/2015).

Ono yang bos Chinese Dragon dari fraksi geng motor liar, menggunakan pedang Chinanya membacok lawannya yang berusia 31 tahun di dalam sebuah klub di Kabukicho Shinjuku. Ribut keduanya menurut saksi mata dilakukan dalam bahasa China.

Ono merupakan pemimpin fraksi geng motor liar Chise Dragon dengan anggota 50 orang. Lawannya, korban juga pemimpin geng Chinese Dragon di Ueno yang beranggotakan 100 orang.

Semua orang itu adalah keturunan China generasi kedua dan ketiga yang sudah lama menetap di Jepang dan menjadi warga negara Jepang.

Polisi kini menyelidiki lebih lanjut adanya kemungkinan bentrokan antar geng keduanya yang apabila benar demikian, akan berdampak kepada perang antar geng dalam waktu dekat.

Rekomendasi Untuk Anda

Tahun 2013 pihak kepolisian Jepang mengkategorikan geng motor liar sebagai kelompok “pseudo-yakuza” yang nantinya kemungkinan besar menjadi anggota Yakuza tetap.

Kelompok keturunan China yang datang ke Jepang setelah perang dunia kedua tersebut, membantu geng tersendiri di Jepang dan melakukan aksinya dengan sangat kasar ketimbang Yakuza orang Jepang asli.

Hal serupa, kekasaran dilakukan kelompok penjahat dari yang keturunan Korea. Namun paling kasar dari semuanya yang dilakukan keturunan China.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas